Jadi Sekolah Model Kementerian, SKB Balangan Sukses Rangkul Anak Putus Sekolah di 11 Desa

Diposting pada

PARINGIN – Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Balangan membuktikan bahwa pendidikan kesetaraan bukanlah sekadar pilihan alternatif, melainkan wadah kompetitif yang mampu mencetak SDM unggul.

Status bergengsi sebagai sekolah model percontohan yang ditunjuk langsung oleh kementerian dibuktikan SKB Balangan melalui gelaran diseminasi dan showcase Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artficial (KKA).

Dalam ajang unjuk gigi ini, para peserta didik memamerkan langsung karya nyata mereka, mulai dari produk olahan kuliner, kerajinan tangan, hingga karya seni terapan.

Koordinator Penyelenggara Sekolah Model SKB Balangan, Rofiqoh, menegaskan bahwa status sekolah model membawa tanggung jawab besar untuk menularkan praktik baik ke lembaga nonformal lainnya. Salah satu capaian paling vital adalah keberhasilan menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS).

“Kami melakukan perluasan desa binaan yang kini sudah merambah ke 11 desa. Anak-anak yang putus sekolah kita rangkul kembali. Selain itu, kami juga fokus pada pemerataan keahlian komputer agar peserta didik melek digital,” urai Rofiqoh.

Untuk mewujudkan literasi digital tersebut, SKB Balangan menerapkan sistem “jemput bola”. Para tutor diterjunkan langsung ke desa-desa binaan dengan memboyong fasilitas pendukung berupa laptop dan proyektor (LCD).

Lebih jauh, Rofiqoh membeberkan bahwa metode Pembelajaran Mendalam (PM) di SKB ditopang oleh tiga prinsip utama yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Inovasi membumi yang diterapkan SKB Balangan ini mendapat apresiasi penuh dari Kementerian. Analis Kebijakan Ahli Muda Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI), Rofiudin, yang memantau langsung ke lapangan, menilai SKB Balangan sukses mengawinkan teori mata pelajaran menjadi keterampilan hidup (life skill) yang inklusif dan interaktif.

“Sekolah model jenjang SPNF ini harus menjadi strategi efektif untuk menularkan knowledge ke lembaga lain, agar mutu pendidikan di daerah bisa merata,” tegas Rofiudin.

Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan, Paimin, optimistis gebrakan SKB ini akan mendongkrak citra positif pendidikan kesetaraan.

“Keberhasilan SKB Balangan ini akan menjadi acuan bagi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) lain. Kami di dinas akan mendorong pengaktifan kembali komunitas belajar di setiap PKBM, dan para tutor di lapangan tidak boleh putus asa dalam meningkatkan mutu pendidikan nonformal,” pungkas Paimin.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *