Kelangkaan Gas Melon, Warga Desa Teluk Kepayang Curhat ke Wakil Ketua DPRD Kalsel

Diposting pada

BATULICIN – Suasana di Desa Teluk Kepayang, Kabupaten Tanah Bumbu, siang itu terasa berbeda. Warga berbondong-bondong berkumpul di salah satu titik pertemuan untuk menyampaikan keluhan mereka kepada Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Alpiya Rakhman.

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari reses Masa Sidang I tahun 2025, di mana Alpiya turun langsung ke masyarakat untuk mendengar aspirasi mereka. Ini adalah titik keempat dari total 16 lokasi yang akan dikunjungi selama delapan hari ke depan.

Di tengah dialog yang berlangsung hangat, salah satu isu yang paling dikeluhkan warga adalah kelangkaan gas elpiji 3 kg, atau yang lebih dikenal dengan sebutan “gas melon.”

Ahmad, seorang warga yang hadir dalam reses itu, dengan suara penuh harap menyampaikan keresahannya.

“Kami sangat kesulitan mendapatkan gas melon, Pak. Kalau pun ada, harganya bisa naik jauh dari harga eceran tertinggi. Kami berharap ada solusi agar distribusi gas lebih lancar dan merata,” keluhnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, kelangkaan gas melon ini telah berdampak pada aktivitas rumah tangga dan usaha kecil di desa tersebut. Warga harus berjuang mendapatkan gas, bahkan terkadang harus membeli dengan harga yang jauh lebih mahal dari biasanya.

Menanggapi keluhan tersebut, Alpiya menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia berjanji akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti dinas perindustrian dan perdagangan serta agen distribusi elpiji, untuk mencari solusi atas masalah ini.

“Kami akan berupaya mencari solusi atas kelangkaan gas melon ini. Pemerintah daerah bersama DPRD akan mengevaluasi distribusi dan pengawasan agar subsidi benar-benar tepat sasaran serta tidak ada penimbunan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Alpiya juga mendorong warga untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi praktik penimbunan atau penyalahgunaan distribusi elpiji subsidi. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting agar persoalan ini bisa segera diatasi.

Reses ini masih akan berlanjut ke titik-titik lainnya guna memastikan suara masyarakat di berbagai daerah terserap dengan baik. Alpiya berharap dengan turun langsung ke lapangan, ia bisa lebih memahami permasalahan yang dihadapi warga dan mencari solusi yang tepat bersama pemerintah daerah.

Bagi warga Desa Teluk Kepayang, pertemuan ini memberi secercah harapan. Mereka berharap apa yang disampaikan tidak sekadar didengar, tetapi juga segera ditindaklanjuti agar gas melon kembali mudah didapat dan harga tetap stabil.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *