BANJARMASIN – Tim rukyatul hilal Kanwil Kemenag Kalimantan Selatan belum berhasil melihat hilal penanda awal Zulhijah 1446 H akibat cuaca berawan saat pengamatan di sebuah hotel di Banjarmasin, Selasa (27/5).
Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Kalsel, Yamani, menjelaskan, meski tinggi hilal mencapai +2°01’35”, hasil tersebut belum memenuhi kriteria Imkanur Rukyat terbaru (minimal 3° tinggi hilal dan 6,4° elongasi) yang tertuang dalam Surat Dirjen Bimas Islam 2022.
“Di wilayah lain seperti Aceh, hilal sudah memenuhi syarat. Keputusan akhir menunggu sidang isbat pusat,” jelas Yamani. Ia menegaskan, puasa Arafah di Indonesia akan mengacu tanggal 9 Zulhijah versi penetapan pemerintah, bukan Arab Saudi.
Pemantauan kali ini hanya dilakukan di satu titik provinsi (Banjarmasin), dengan partisipasi terbatas kabupaten/kota. Keputusan resmi awal Zulhijah 1446 H akan diumumkan usai sidang isbat Kemenag RI.



