Tamiang Layang – Semangat kemandirian dan gotong royong kembali tumbuh di Desa Siong, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur. Kelompok tani Rungkai Janang memulai penanaman padi gogo varietas Lungkung di lahan seluas lima hektar sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini didampingi oleh penyuluh pertanian bersama jajaran kelompok tani setempat. Wilayah Paju Epat dikenal memiliki karakter lahan kering yang cocok untuk pengembangan padi gogo, menjadikannya salah satu sentra pertanian potensial di Barito Timur.
Varietas Lungkung dipilih karena memiliki ketahanan tinggi terhadap kondisi lahan tadah hujan dan mampu beradaptasi dengan baik di perbukitan. Selain tahan iklim kering, varietas ini juga menghasilkan beras pulen dengan umur panen relatif singkat.
“Penanaman padi gogo Lungkung ini merupakan langkah nyata dalam menjaga ketersediaan pangan di daerah. Kita ingin petani mampu memanfaatkan potensi lokal agar produksi tetap terjaga meski tanpa lahan irigasi,” ujar penyuluh pertanian pendamping di lokasi.
Program ini menjadi bentuk pemberdayaan petani agar semakin mandiri, kreatif, dan tangguh menghadapi tantangan iklim. Melalui pendekatan berbasis kearifan lokal, sektor pertanian diharapkan tumbuh berkelanjutan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat desa.
Langkah kelompok tani Desa Siong ini juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Barito Timur yang menempatkan sektor pertanian sebagai tulang punggung pembangunan daerah.
Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras petani, penanaman padi gogo varietas Lungkung di Desa Siong menjadi bukti bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari desa—dari tangan petani yang setia menanam harapan di tanahnya sendiri.



