BANJARMASIN – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat kerja membahas penanggulangan bencana dalam kaitannya dengan ketahanan pangan daerah, Selasa (14/4/2026).
Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Suripno Sumas, dengan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi gangguan pangan akibat bencana.
Dalam rapat tersebut turut hadir perwakilan Komisi III, Aulia Azizah, dan Komisi I, Habib Hamid Bahasyim, sebagai bentuk penguatan koordinasi lintas komisi.
Sejumlah instansi teknis juga dilibatkan, di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Kehutanan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan.
Suripno mengatakan, rapat ini difokuskan pada perumusan langkah strategis untuk menjaga stabilitas pangan di tengah potensi bencana alam.
“Sinergi antarperangkat daerah sangat penting untuk memperkuat sistem mitigasi bencana yang berdampak langsung pada ketahanan pangan,” ujarnya.
Pembahasan mencakup penguatan cadangan pangan daerah, pemetaan wilayah rawan bencana, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi gangguan distribusi pangan.
Selain itu, DPRD juga menyoroti pentingnya optimalisasi peran pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok masyarakat.
Komisi II menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan aspek vital yang harus diintegrasikan dengan upaya penanggulangan bencana.
Melalui rapat ini, DPRD Kalsel berharap lahir langkah konkret dan kebijakan terpadu guna memperkuat ketahanan daerah, khususnya dalam mengantisipasi potensi krisis pangan akibat bencana.[]



