BANJARMASIN — Komisi II DPRD Kalimantan Selatan menyoroti pentingnya kehadiran pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam setiap agenda rapat kerja, terutama dalam pembahasan strategis seperti Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur.
Sorotan tersebut muncul seiring adanya ketidakhadiran pimpinan salah satu BUMD dalam beberapa agenda rapat bersama DPRD, yang dinilai dapat mempengaruhi efektivitas pembahasan dan fungsi pengawasan legislatif.
Ketua Komisi II DPRD Kalsel, H. Muhammad Yani Helmi, menegaskan bahwa kehadiran pimpinan sangat diperlukan agar setiap kebijakan dan program dapat dijelaskan secara langsung oleh pengambil keputusan.
“Dalam forum rapat strategis, kehadiran pimpinan penting agar penjelasan yang disampaikan komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, apabila pimpinan berhalangan hadir, maka perlu ada komunikasi yang jelas serta penunjukan perwakilan resmi yang dapat memberikan penjelasan secara utuh dalam forum rapat.
Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas dan transparansi, khususnya dalam pengelolaan BUMD yang berperan dalam mendukung pendapatan daerah dan pelayanan publik.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Bangun Banua Kalimantan Selatan, Afrizaldi, menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan DPRD serta memberikan klarifikasi terkait ketidakhadirannya dalam salah satu agenda rapat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas masukan dari DPRD, dan kami juga memohon maaf karena pada saat itu tidak dapat menghadiri rapat,” ujarnya, Rabu (22/4).
Ia menjelaskan, pada waktu yang bersamaan dirinya sedang menjalankan tugas di Jakarta terkait penanganan persoalan perusahaan yang memerlukan kehadiran langsung bersama tim hukum.
“Pada saat itu kami sedang menangani permasalahan lahan perusahaan yang berproses di tingkat pusat, sehingga harus ditangani secara langsung,” jelasnya.
Selain itu, kendala teknis perjalanan juga menjadi faktor yang menghambat kehadirannya.
“Kami sudah berupaya menyesuaikan jadwal untuk kembali, namun terdapat keterbatasan transportasi pada saat itu,” tambahnya.
Afrizaldi menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi dengan DPRD ke depan, termasuk dalam memenuhi undangan rapat kerja.
Ia memastikan akan berupaya menyesuaikan agenda kerja agar dapat menghadiri forum-forum penting, khususnya yang berkaitan dengan pembahasan strategis.
“Kami memahami pentingnya kehadiran dalam forum tersebut, sehingga ke depan akan kami upayakan untuk hadir secara langsung,” katanya.[]



