BANDUNG – Komisi I DPRD Kalsel tertarik dengan cara kerja BELA Pengadaan yang diterapkan Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Jawa Barat.
BELA Pengadaan sendiri merupakan inovasi untuk mendukung program go digital bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK). Dukungan itu diwujudkan melalui belanja pemerintah hingga Rp 50 juta di UMKK yang tergabung dalam marketplace.
Keinginan itu diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Kalsel Rachmah Norlias usai melakukan studi banding dalam kunjungan kerja (kunker) di Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Jawa Barat, Jumat (11/3).
“Di sini banyak pembaharuan-pembaharuan dan inovasi-inovasi yang diciptakan oleh Biro Pengadaan Barang dan Jasa seperti pembentukan katalog elektronik lokal untuk empat komoditas jasa kebersihan, keamanan, mamin dan hotmix sehingga diharapkan di Kalsel juga bisa melakukan hal tersebut,” ucap Rachmah Norlias.
Rachmah mengaku banyak menerima masukan dan saran dari Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Jawa Barat.
“Di Kalsel sendiri sudah ada di beberapa OPD Kabupaten Kota yang menerapkan sistem aplikasi BELA pengadaan secara digital ini seperti Kabupaten Tanah Laut ,Tabalong, Batola dan nantinya harapan kami bisa diikuti oleh kabupaten-kabupaten lainnya,” jelasnya lagi.
Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Jawa Barat Neneng Yulistiani menyampaikan ucapan terimakasih kepada Komisi I DPRD Kalsel beserta rombongan atas kunjungannya.
“Penghargaan yang sangat besar bagi kami atas kedatangan dari Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan ke Biro Pengadaan Barang dan Jasa Jawa Barat pada hari ini,” ungkapnya
“Kedepannya kami bersama-sama daerah-daerah provinsi lainnya akan menerapkan sistem aplikasi BELA secara digital ini, tetapi mungkin tidak bisa langsung semua, kita terus sosialisasikan, kita dorong semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menggunakan ini,” harapnya.[]



