TAMIYANGLAYANG – Program ayam petelor Desa Bararawa, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur (Bartim), bertujuan untuk membuka wawasan masyarakat, dan bisa juga menjadi contoh sebagai pelaku usaha tambahan.
Kepala Desa Bararawa M Sarkawi mengungkapkan, program ini sudah mulai membuahkan hasil. Disebutkan, mulanya ada 400 ekor bibit ayam petelur yang disiapkan. Berjalan sekitar satu minggu, ayam mulai bisa menghasilkan telur.
“Bibit ayam petelur tersebut baru datang sekitar satu minggu yang lalu. Namun sudab bisa menghasilkan telur sebanyak enam butir per hari,” ujarnya, Senin (6/7).
Melihat hasil tersebut, Sarkawi punya keyakinan jika ayam dikelola dengan baik akan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. “Semoga dalam waktu dekat ini ayamnya bisa bertelor semua,” katanya.
Sarkawi menjelaskan, pihaknya menggunakan anggaran dari Dana Desa untuk menjalankan program Pemerintah Kabupaten Bartim dalam ketahanan pangan tersebut. Besarannya sekitar Rp 112 juta.
“Dengan dana Rp112 juta tersebut, sudah termasuk bibit ayam 400 ekor, pembuatan kandang, pembelian pakan dan lainya,” ucapnya.
Menurut Sarkawi, program dari Pemerintah Kabupaten Bartim ini adalah contoh untuk maayarakat, agar membuka wawasan dalam berinovasi ke depannya.
“Masyarakat kan mungkin banyak yang belum memahaminya. Jadi, setelah mereka melihat contoh seperti yang kita lakukan di desa ini, mudahan mereka bisa berenovasi bagaimana caranya beternak ayam petelur yang bisa menghasilkan,” ujarnya.[]
Editor: Almin Hatta



