BANJARMASIN – Ketua DPRD Kalsel H Supian HK mengaku prihatin jika banyak tenaga medis di Kalsel yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Ia pun mengingatkan agar masyarakat lebih meningkatkan kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan.
“Kita prihatin dengan jatuhnya korban dari tenaga medis,” ujarnya kepada wartawan, usai Rapat Paripurna DPRD Kalsel, Kamis (9/7).
Menurut H Supian HK, tenaga medis mestinya bisa menjaga diri dengan menerapkan protokol kesehatan saat memberikan pelayanan. “Dengan banyaknya korban dari tenaga medis, berarti ada yang perlu dikoreksi,” tegasnya.
H Supian HK pun mengingatkan pihak gugus tugas, agar bisa menyusun protokol pengamanan secara khusus untuk tenaga medis. “Kelengkapan alat pelindung diri (APD) juga perlu disiapkan dalam jumlah cukup. Tidak terbatas seperti sekarang,” katanya.
Selain itu, politisi Partai Golkar ini juga mengingatkan agar masyatakat lebih berhati-hati. “Protolol kesehatan harus terus digalakan,” ucapnya.
Menurut H Supian HK, masyarakat sejauh ini masih belum sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan. Terutama penggunaan masker saat keluar rumah, bahkan saat di jalan dan di pasar.
“Jadi, jangan heran kalau Kalsel jadi zona merah penularan Covid-19. Sebab, masih banyak masyarakat yang belum sadar,” tandasnya.
Dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19 ini, lanjut H Supian HK, perlu kerjasama banyak pihak. Dan, penerapan protokol kesehatan adalah salah satu kuncinya.
Secara terpisah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kalsel, DR dr M Rudiansyah, mengungkapkan, sedikitnya ada tiga tenaga medis di Kalsel yang meninggal dunia akibat Covid-19. Sementara yang dinyatakan terjangkit ada sebanyak 55 orang. “Paling banyak ya dari Banjarmasin,” ujarnya.
Rudiansyah juga mengakui, penyebaran Covid-19 di Kalsel masih masip. Ia membenarkan bahwa masyarakat belum sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan. Ia pun mengingatkan, gugus tugas harus lebih gencar menyadarkan masyarakat.[]
Editor: Almin Hatta



