BANJARMASIN – Duet H Denny Indrayana dan Difriadi sudah resmi mendapat dukungan dari Partai Gerindra dan Partai Demokrat. Koalisi penantang petahana ini disebut dengan ‘Hijrah Gasan Banua’.
Secara resmi, pasangan penantang petahana H Sahbirin Noor dalam pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) 2020 mendatang itu diumumkan Senin (3/8/2020) kemarin di Jakarta.
Untuk maju dalam kontestasi politik lima tahunan tersebut, koalisi antara Gerindra dan Demokrat sejatinya sudah mencukupi syarat. Yakni 8 kursi dari Gerindra dan 3 kursi dari Demokrat, total ada 11 kursi legislatif di DPRD Provinsi Kalsel.
Jumlah tersebut sudah angka terendah. Sementara di DPRD Provinsi Kalsel menampung sebanyak 55 kursi legislatif. Syarat pengusungan calon gubernur dan wakil gubernur, minimal 10 persen dari jumlah kursi DPRD Tingkat Provinsi.
Menurut Sekretaris DPD Partai Gerindra Kalsel, Ilham Noor, pihaknya bersikap terbuka menyikapi jumlah minimal tersebut. “Dinamis aja,” ucapnya, melalui pesan singkat beberapa saat usai penyerahan rekomendasi Partai Demokrat dan Partai Gerindra untuk pasangan H Denny-Difri.
Soal kemungkinan bertambahnya partai lain ke dalam koalisi Hijrah Gasan Banua, Ilham belum bisa buka-bukaan. “Wait and see mas,” ujarnya.
Sementara itu, di pihak petahana, H Sahbirin Noor kembali diusung Partai Golkar. Partai pemegang kursi ketua di DPRD Kalsel itu punya kekuatan sebanyak 12 kursi. H Muhidin dari Partai Amanat Nasional (PAN) digaet mendampingi H Sahbirin Noor, Partai Golkar pun memungut 6 kursi milik PAN. Jadi total 18 kursi, jauh di atas ambang batas yang ditentukan.[]
Editor: Almin Hatta



