Kebun Raya Banua Diproyeksikan Terlengkap di Kalimantan
Ketua Pansus Raperda Kebun Raya Banua menyerahkan naskah Raperda ke Kemendagri. (Humas DPRD Kalsel/maknanews.com)

Kebun Raya Banua Diproyeksikan Terlengkap di Kalimantan

Diposting pada

Editor: Almin Hatta

BANJARMASIN – Naskah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kebun Raya Banua yang diusulkan DPRD Kalsel sejak Selasa (18/8/2020) lalu sudah masuk ke Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri). Wakil rakyat berharap landasan aturan itu segera bisa dituntaskan, agar Kebun Raya Banua yang terletak di Banjarbaru bisa lebih dikembangkan lagi.

Kebun Raya Banua sendiri direncanakan menempati areal seluas 100 hektare. Lokasinya tepat di seberang Kantor Gubernur Kalsel. Kebun Raya Banua ini diproyeksikan menjadi wahana wisata lingkungan terbesar, terluas, sekaligus terlengkap di Kalimantan. Tak hanya itu, Kebun Raya Banua juga dijadikan tempat penyelamatan, pengembangan, dan perlindungan berbagai tanaman khas Banua.

Di Kemendagri, naskah Raperda Kebun Raya Banua itu diproses untuk mendapat finalisasi. Jika sudah mendapatkan nomor registrasi dari Kemendagri, Raperda Kebun Raya Banua sudah bisa dibawa ke Rapat Paripurna DPRD Kalsel untuk ditetapkan sebagai Peraturan Daerah (Perda).

“Sesuai prosedur, setelah difinalisasi dapat cepat selesai prosesnya. Itulah harapan kita, sebab ini menyangkut kepentingan kita di Banua,” kata Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Kebun Raya Banua, H Suwardi Sarlan, Jumat (21/8/2020).

Anggota DPRD Kalsel dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menyatakan bersyukur, bahwa naskah Raperda Kebun Raya Banua ini sudah sampai ke Kemendagri.

“Alhamdulillah, ini sudah disampaikan. Mudah-mudahan cepat selesai, biar kebun raya dapat terakselerasi untuk kepentingan Banua,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus Raperda Kebun Raya Banua, Zulva Asma Vikra, menambahkan, Kebun Raya Banua ini nantinya diharapkan mampu menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan.

“Kami berharap perkembangan Kebun Raya Banua ini bisa cepat. Kita menghendaki dalam beberapa tahun ke depan bisa berkembang, adanya jasa lingkungan, ecowisata, pengembangan konservasi anggrek, buah-buahan lokal, dan ini bisa menjadi barometer di Kalimantan. Menjadi semacam ecosentrum buah-buah lokal Kalimantan,” katanya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *