Editor: Almin Hatta
BANJARMASIN – Industri youtube kian digandrungi warga Kalimantan Selatan (Kalsel). Media informasi digital berbasis video tersebut memudahkan siapa saja untuk menyampaikan berbagai hal.
Para pegiat literasi di Banua pun tak ingin ketinggalan untuk unjuk kebolehan membuat konten menarik. Seperti Komunitas Kampung Buku di Banjarmasin, dengan youtube mereka menyiarkan berbagai kegiatan berkonten pengetahuan di markas mereka, Kampung Buku, Jalan Sultan Adam, Banjarmasin. Mulai dari diskusi tematik, bebas, hingga pembicaraan yang penuh canda, dibagikan Komunitas Kampung Buku melalui akun youtube mereka, Kambuk TV.
Salah satu konten menarik yang ada di kampung buku adalah ‘Ngaji Kitab Melayu’. Lewat konten tersebut, Komunitas Kampung Buku mengenalkan buku atau kitab karangan ulama-ulama Banjar yang pernah diterbitkan. Lebih menarik lagi, yang diangkat adalah kitab beraksara Arab Melayu.
Ide itu muncul dari pencetus Komunitas Kampung Buku sendiri, Hajriansyah. Konsepnya sederhana, kitab beraksara Arab Melayu atau Jawi itu dibacakan, proses pembacaannya divideo. Sunting sedikit, unggah, video pun sudah bisa dinikmati khalayak pada Kambuk TV.
“Saya hanya membacakan saja, sekalian memperlancar membaca tulisan huruf Arab Melayu atau Jawi atau Pegon, dan berharap dapat belajar bersama kawan-kawan yang menyimaknya,” ujarnya, Selasa (25/8/2020).
Edisi pertama, Hajri membacakan Kitab Melayu Albahjatul Mardiyah fil Akhlaqid Diniyah yang disusun Haji Muhammad Sarni bin Haji Jarmani bin Haji Muhammad Shiddiq al-Alabi. Pembacaan risalah pendek itu dibuat menjadi 38 tayangan.
Menurut Hajri, Khazanah kitab melayu dalam kebudayaan Banjar cukup banyak. Sebut saja mulai dari karangan Syekh Arsyad al-Banjari hingga Mu’allim Haji Muhammad Sarni, dan berterusan hingga hari ini oleh KH Ahmad Fahmi Zam-zam dan KH Muhammad Hashil.
“Saya berharap dapat membacanya satu-satu, dan membagikannya dalam konten youtube yang dikelola Kambuk TV, bagian dari program literasi Kampung Buku Kambuk Banjarmasin,” katanya.
Untuk edisi selanjutnya, Hajri berencana membacakan Kitab Melayu Futuhul Arifin yang merupakan syarah atau penjelasan kitab al-Hikam karya Syekh Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari (mursyid Tarekat Syadziliah ketiga, murid dari Syekh Abbul Abbas al-Mursi). Kitab Futuh ini juga merupakan syarah dari Mu’allim Haji Muhammad Sarni.[]



