Editor: Almin Hatta
BANJARMASIN – Banyaknya mahasiswa yang resah, khususnya dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, membuat pengelola rumah binaan (Rumbin) tergerak untuk menyediakan jasa penitipan barang kost bagi mereka yang kewalahan membayar bulanan kost selama masa kuliah daring.
Seperti diketahui, rata-rata biaya kost di Banjarmasin per bulan berkisar antara Rp 400 ribu hingga Rp 800 ribu. Hal ini tentu saja memicu keresahan para mahasiswa, karena harus membayar sejumlah rupiah yang cukup besar tapi kost tersebut tidak dihuni.
Ketua Rumah Binaan Rabithoh, Yuliana, menjelaskan bahwa tarif yang mereka pasang untuk jasa penitipan barang ini hanya Rp 150 ribu per bulan. Tentu saja ini harga yang jauh lebih murah dibandingkan biaya sewa kost per bulan.
“Alhamdulillah, rumah binaan ini memiliki space yang masih cukup luas. Jadi space kosong ini kami manfaatkan untuk menyimpan barang-barang titipan mahasiswa,” ujarnya.
Yuli menegaskan, tidak perlu takut menitipkan barang di rumah binaan Rabithoh. Sebab, tempat barang sudah disediakan khusus. Jadi mereka tidak akan mengganggu barang titipan.
“Sampai sekarang sudah sekitar 3 orang mahasiswi yang menitipkan barang di sini. Kami juga terus mengabarkan ke teman-teman mahasiswa lainnya, barangkali ada yang sangat membutuhkan jasa ini,” ujarnya, Selasa (25/08).
Salah satu mahasiswi yang menitipkan barangnya di Rumbin, mengaku sangat merasa bersyukur dengan adanya jasa penitipan dengan harga yang cenderung murah. “Saya sebelumnya harus membayar sewa kost Rp 600 ribu per bulan. Itu kan sia-sia, toh kamarnya juga tidak ditempati. Syukurnya Rumbin ini membuka jasa titip barang. Masalah bagaimana nantinya mencari kost baru, pikirkan belakangan saja,” pungkasnya.[]



