Editor: Almin Hatta
AMUNTAI – SMPN 6 Amuntai, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melakukan kegiatan belajar-mengajar sistem tetap muka, namun tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Tempat duduk antara siswa-siswa dan guru diatur dalam jarak aman, dan semuanya menggunakan masker.
Menurut Rizali, guru Bahasa Indonesia SMPN 6 Amuntai, kegiatan belajar tatap muka ini tidak dilakukan di sekolah. Melainkan di rumah, sesuai dengan penetapan dari Dinas Pendidikan HSU.
“Jadi, guru yang datang ke rumah salah satu siswa untuk memberikan pelajaran kepada siswanya dengan cara berkelompok. Satu kelompok terdiri lima siswa yang belajar bersama,” katanya.
Rizali menjelaskan, penerapan sistem belajar secara berkelompok ini dilakukan pada Senin sampai Kamis. Sedangkan untuk Jum’at dan Sabtu, kegaitan belajar-mengajar antara siswa dan guru tetap dengan sistem daring. Disebutkannya, siswa SMPN 6 Amuntai mulai dari kelas 7 sampai 9 berjumlah kurang lebih 60 siswa.
Menurut informasi, di sekolah lain juga dilakukan cara belajar serupa. Di SDN Pasar Senin Sabtu, Kecamatan Amuntai Tengah, misalnya, menggunakan system belajar berkelompok juga. “Jumlah siswa SDN Pasar Senin Sabtu dari kelas satu sampai kelas enam sebanyak 125 siswa,” kata Rusmini, guru di SDN Senin Sabtu.
Untuk murid kelas enam yang berjumlah 23 orang, papar Rusmini, dibagi menjadi lima kelompok, dengan masing-masing kelompok beranggota empat atau lima siswa.
“Pempelajaran yang kami lakukan antara guru dan murid tidak boleh di ruangan tertutup atau dalam rumah. Jadi harus di luar ruangan atau tempat yang terbuka,” ujarnya.[]



