Editor: Almin Hatta
BANJARBARU – Sebanyak 13.656 warga Kalimantan Selatan terlibat dalam perayaan WCD (World CleanUp Day) 2020 atau yang biasa disebut dengan Hari Bersih-Bersih Se-Dunia.
Demikian dituturkan Hanifah Dwi Nirwana selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (29/9/2020). “Untuk WCD tahun ini ada sekitar 13.656 relawan yang terlibat, dan angka tersebut belum termasuk relawan yang berkontribusi dalam memilah sampah dari rumah,”katanya.
WCD kali ini, papar Hanifah, memang agak berbeda dari tahun sebelumnya. Kalau tahun sebelumnya massa yang turun untuk bersih-bersih jauh lebih banyak, sedangkan tahun ini berkurang karena adanya pandemi Covid-19 ini.
Menurut Hanifah, tema yang diangkat tahun ini sangat tepat, karena relawan yang turun ke lapangan dibatasi dan sebagian orang lebih memilih untuk memilah sampah dari rumah. Tema tahun adalah ‘Memilah Sampah dari Rumah’.
“Tema tersebut saya kira cocok dengan keadaan sekarang, karena orang-orang juga bisa berkontribusi dalam WCD tanpa harus keluar rumah. Jadi tinggal memilah jenis-jenis sampah yang ada di rumah,” tuturnya.
Acara yang digelar tiap tahun ini, lanjut hanifah, berlangsung dari 15 hingga – 19 September 2020, dan mencakup di 13 Kabupaten/Kota yang ada di Kalimantan Selatan, dengan dua konsep sekaligus. Yakni bersih-bersih lingkungan dan pilah sampah dari rumah.
Dari 2 Kota, 11 Kabupaten, 153 Kecamatan, 144 Kelurahan, dan 1.864 desa se-Kalimantan Selatan, terkumpul sebanyak 84.638 kg sampah yang terdiri dari sampah organik, non-organik, dan sampah residu. Dan sebanyak 45.108 Kg sampah dapat didaur ulang dan dikirim ke bank sampah.
Diakhir penjelasannya, Hanifah berharap agar urusan sampah ini dapat menjadi tanggung jawab bersama, baik itu dinas terkait, pemerintah, maupun masyarakat.[]



