Usaha Ayam Petelur Desa Jango Berhasil

Usaha Ayam Petelur Desa Jango Berhasil

Diposting pada

Editor: Almin Hatta

TAMIYANGLAYANG – warga Desa Jango, Kecamatan Patangkep Tutui, ternyata berhasil menjalankan program usaha ayam petelur  sebagaimana yang diinginkan pemerintah daerah Kabupaten Baritoh Timur (Bartim).

Bibit ayam petelur yang dibelikan oleh Pemerintah Desa Jango, dan kemudian diternakkan oleh warga, kini sudah menghasilkan ratusan biji telur ayam per hari. Jadi, hasilnya sudah bisa dinikmati warga.

Menurut Kepala Desa Jango, Ropolianto, keberhasil ini ditunjang oleh perencanaan yang matang sesuai arahan dari pihak pemerintah, yang ditunjang dengan pelatihan-pelatihan.

“Dari awalnya, kita benar-benar mencari bibit ayam petelur yang siap berproduksi, yakni bibit ayam yang umurnya antara 16 hinggga 17 minggu,” katanya kepada wartawan Maknanews, Senin (28/9/2020).

Ropolianto menjelaskan, untuk mengatahui umur bibit ayam adalah dengan menimbang beratnya. “Kalau beratnya di kisaran 1,2 kg, berarti umur ayam tersebut sudah 17 minggu,” ujarnya.

Bibit ayam petelur yang dipelihara warga Desa Jango ini berasal dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Disebutkan, memasuki pekan kedua pemiliharaan, sebagian besar ayam-ayam tersebut sudah mulai bertelur. 

Ropolianto mengungkapkan, usaha ternak ayam petelur ini dilakukan warga Desa Jango secara berkelompok, dengan nama Kelompok Usaha Bersama. Mereka memulai dengan membeli 300 ekor bibit ayam petelur.

“Sekitar 80% dari 300 ekor ayam tersebut kini sudah bertelur. Tiap hari menghasilkan 225 biji telur, yang diutamakan untuk memenuhi kebutuhan warga Desa Jango,” katanya.

Keberhasil ini, lanjut Ropolianto, tidak terlepas dari keikutsertaan anggota kelompok pada pelatihan-pelatihan pengelolaan ayam petelur di tingkat kabupaten. 

“Sekarang kami akan membentuk kelompok baru, dan selanjutnya mengajukan program pengadaan bibit ayam petelur untuk anggaran 2021 nanti,” tuntas Ropolianto.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *