Editor: Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Ada yang kurang nyaman di kawasan Desa Matabu, beberapa hari terakhir ini. Bila malam tiba, kawasan yang sebenarnya masih terletak di tengah kota Tamiyang Layang ini dipenuhi aroma tak sedap: bau limbah.
Demikian diungkapkan Rusli selaku Ketua RT 06, Desa Matabu, dalam wawancara dengan wartawan, Kamis (01/10/2020).
“Coba kita lihat saluran air atau parit di tepi jalan itu, dipenuhi sampah yang bercampur limbah. Padahal posisi Desa Matabu ini termasuk dalam kota, ini kan tak bagus,” katanya.
Rusli mengaku pihaknya sudah melaporkan kondisi tersebut kepada Kepala Desa Matabu. “Kita minta tolong limbahnya dibersihkan, tapi sampai sekarang kita bisa lihat belum dibersihkan juga,” ujarnya.
Maksud Rusli, laporan pihaknya selaku warga itu ditindaklanjuti dengan diteruskan kepada pihak yang berkompeten. “Ya kepada dinas terkait tentunya. Sebab, ini benar-benar tak nyaman. Apalagi kalau malam, aroma limbah tersebut terasa menyengat. Jadi, kita harapkan kepada dinas terkait untuk bisalah membersihkannya,” katanya.
Di masa pandemi Covid-19 ini, lanjut Rusli, pemerintah setiap saat mengingatkan melalui imbauan-imbauan kepada masyarakat, agar selalu menaati protokol kesehatan. Yakni selalu jaga jarak, menghindari kerumunan orang banyak, selalu memakai masker tutup hidung dan mulut saat berada diluar rumah, atau ketika bertemu orang lain.
Begitu juga yang dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Barito Timur. Setiap saat selalu mengingatkan warga untuk menaati protokol kesehatan Covid-19.
“Berkaitan dengan imbauan pemerintah tersebut, kami rasa sangat penting juga mengingatkan warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Khusus untuk warga Desa Matabu, mari utamakan menjaga kebersihan diri dan lingkungan kita masing-masing. Agar kita semua terhindar dari penyakit,” ujarnya.[]



