Editor: Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Kementerian Agama Kabupaten Barito Timur (Bartim) menggelar kegiatan pembinaan kepada pengawas madrasah, kepala sekolah madrasah, dan guru madrasah.
Kegiatan pembinaan ini dilaksanakan oleh jajaran Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di aula Madrasah Aliyah Negeri Bartim, Jum’at (16 Oktober 2020) kemarin.
Dalam kegiatan tersebut hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Bartim H Abdul Majid Rahimi, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Kalteng Drs H Baihagi MSP berserta rombongan, pengawas madrasah, kepala sekolah madrasah, dan sejumlah guru madrasah.
Menurut H Abdul Majid Rahimi, kegiatan ini digelar dalam rangka sosialisasi dan evaluasi implementasi kurikulum darurat madrasah, program induksi guru pemula madrasah, termasuk kepala madrasah dan guru madrasah, untuk wilayah Kemenag Bartim.
“Kegiatan pembinaan pegawai ini, khususnya guru, yang dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalteng, berkaitan dengan masalah pembelajaran, jam belajar-mengajar, masalah kurikulum, serta penghitungan angka kredibilitas,” katanya.
Melalui pembinaan ini, papar Abdul Majid Rahimi, diharapkan kepada kepala madrasah dan pengawas madrasah agar bisa memberikan penjelasan kepada guru-guru dalam masalah pendidikan. Sehingga kegiatan pendidikan dapat terlaksana secara maksimal, bisa membangun di masing-masing sekolahnya.
Sementara itu, Kabid Pendidikan Kementerian Agama Bartim H Maslan menyampaikan, tugas guru itu memang berat. “Seorang guru harus mampu menganalisa pembelajaran, mengevaluasi pembelajaran, termasuk juga mengevaluasi kemampuan anak murid atau siswa. Juga mampu mengnalisis sejauh mana guru memberikan pendidikan kepada anak muridnya,” ujarnya.
Maslah menyebut, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 36 orang.
Selesai kegiatan, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Kalteng Drs H Baihaqi MAP mengatakan, pihaknya dari Kanwil sengaja turun ke daerah mengingat di masa sekarang ini ada tuntutan menghadapi era tranformasi dalam kegiatan pembelajaran.
“Itu semua harus kita update, kita tingkatkan kualitasnya. Sebab, guru itu merupakan kunci suksesnya pendidikan,” katanya.
Baihaqi menjelaskan, madrasah merupakan pendidikan ahlak. Karenanya, guru madrawah harus bisa memformat meteri pembelajaran dan sekaligus membina akhlaknya.
“Sekarang ini informasi mengenai pendidikan dilakukan melalui HP, dari internet. Itu kan ada dua hal. Ada informasi yang bagus, dan ada informasi yang tidak bagus. Maka kita harus menyiapkan sekolah yang mampu menyaringnya, termasuk melaku pelajaran agama,” ujarnya.
Menurut Baihaqi, sektor pendidikan harus meningkatkan pelajaran akhlak dan moral, yang menjadi taruhan utama untuk peradapan masa yang akan datang.
“Di sisi lain, karena sekarang ini pembelajaran menggunakan internet, maka guru harus turun ke lapangan. Istlahnya guru kunjung, langsung kepada peserta didik. Tapi tetap menyesuaikan dengan peraturan prorokol keseharan, agar jangan sampai menimbulkan klaster baru penyeberan Covid-19,” katanya.p



