Editor: Almin Hatta
BANJARMASIN – Bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), anggota Komisi VII DPR RI gelar pelatihan Publikasi Ilmiah pada Jurnal Internasional Bereputasi Menengah dan Tinggi, di Hotel Tree Park Banjarmasin, Jumat (23/10).
Hasnuryadi Sulaiman, anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Golkar, dalam acara tersebut menyampaikan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi dengan peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi.
Menurut Hasnuryadi, peranan perguruan tinggi dalam pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak hanya berasal dari kontribusi lulusannya yang bermutu. Namun termasuk juga dari hasil penelitiannya yang relevan terhadap pengembangan keilmuan dan kebutuhan pembangunan.
“Terkait dengan hal tersebut, hasil-hasil penelitian atau artikel ilmiah perlu disebarluaskan kepada para peneliti lain, maupun masyarakat pengguna, termasuk industri yang langsung dapat memanfaatkannya,” katanya.
Hasnuryadi mengungkapkan, terdapat beberapa hasil studi kasus yang mengatakan kemampuan menulis ilmiah di Indonesia dirasakan masih belum optimal. Karenanya, kemauan untuk menulis artikel ilmiah yang dipublikasikan masih terus harus dipacu.
“Peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam mengatasi permasalahan ini. Alhamdulillah saya ucapkan kepada Allah SWT, pada kesempatan hari ini pemerintah melalui LIPI cepat dan tanggap melihat situasi aktual yang terjadi di Indonesia. Di sini saya berharap bapak dan ibu terus dapat memberikan kontribusinya bagi pendidikan di Indonesia,” jelasnya.
Kegiatan ini sendiri, lanjut Hasnuryadi, bertujuan agar pendidikan di Negeri Tercinta ini terus maju dan dapat mengejar ketertinggalannya, khususnya untuk kemajuan Pendidikan di Banua Kalimantan Selatan ini.
Hadir sebagai narasumber adalah Dr Dede Heri Yulianto dari Pusat Penelitian Biomaterial LIPI.
Menurut Dr Dede, tidak mudah untuk mempublikasikan tulisan di jurnal internasional bereputasi menengah atau tinggi, karena banyak kriteria yang harus dipenuhi.
“Perlu dipersiapkan beberapa hal. Yakni data ilmiah yang berkualitas. Artinya memenuhi kaidah-kaidah ilmiah sebuah tulisan. Kemudian harus mempersiapkan naskah publikasi yang ditunjang oleh proses submission yang benar,” ujarnya.
Dr Dede menjelaskan, salah satu hal yang perlu dipersiapkan dalam penulisan naskah adalah referensi yang baik dan benar.
Dalam kesempatan tersebut, Dede membahas salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan untuk penyusunan referensi, yaitu mendeley.
“Perangkat yang diproduksi elsevier ini cukup baik, karena dapat digunakan untuk mengelola, berbagi, dan mencari referensi pendukung tulisan. Selain itu, perangkat ini tidak berbayar,” jelasnya secara virtual kepada 470 orang peserta webinar yang berasal dari berbagai kota di Indonesia.
“Strategi mempersiapkan dokumen sangat penting dipelajari dengan memperhatikan beberapa aspek. Yaitu bagaimana proses untuk mendapatkan data, memperhatikan teknik penulisan ilmiah yang sesuai kriteria, menentukan jurnal yang akan dituju untuk publikasi tulisan, memeriksa kembali karya tulis agar tidak terdapat kesalahan-kesalahan. Dan untuk tulisan dalam bahasa Inggris dapat juga dilakukan dengan meminta bantuan kepada ‘native english editor’, agar tulisan yang dihasilkan memiliki tata bahasa yang benar,” jelasnya.
Dede juga menjelaskan beberapa teknik penulisan ilmiah yang harus diperhatikan, agar tulisan dapat terbit di jurnal yang bereputasi menengah dan tinggi. Antara lain dengan membaca sebanyak-banyaknya jurnal sesuai bidang yang ditetapkan. Mempelajari cara penulisan kalimat-kalimat dari pendahuluan hingga pembahasan, mengetahui kapasitas data yang ditampilkan, mempelajari karakteristik masing masing jurnal dalam menampilkan data dan istilah istilah baru yang ditemui pada karya tulis yang telah dibaca, serta mempelajari format dari artikel yang telah terbit.
“Kewajiban untuk mempublikasi tulisan di jurnal internasional bagi peneliti dan sebagai syarat kelulusan bagi mahasiswa, mengharuskan kita untuk mengetahui seluk beluk jurnal ilmiah internasional. Termasuk proses submit publikasi di beberapa jurnal internasional bereputasi menengah dan tinggi,” terang Dede.
Sementara M Yuliansyah, salah seorang peserta berharap kegiata semacam ini dapat digelar kembali, karena sangat diperlukan bagi yang ingin melanjutkan jenjang sarjananya.
“Kita berharap ke depan ada lagi pelatihan semacam ini, karena bagi kita ini sangat perlu,” ucapnya.[]



