Usaha Tambak Ikan Mulai Membaik 

Usaha Tambak Ikan Mulai Membaik 

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARMASIN – Setelah sekitar satu tahun lebih pengusaha tambak di Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami pasang surut karena harga yang terus menurun, maka bulan-bulan terakhir harga mulai mengalami kenaikan.

H Abduh, salah satu pemilik tambak ikan Patin di kawasan Cindai Alus, Kabupaten Banjar, mengatakan bahwa dalam kurun sekitar 1,5 tahun terakhir harga ikan Patin hanya di kisaran Rp14 ribu per kg.

Namun, dalam dua bulan terakhir, ia menyebut harga ikan patin mulai membaik. Meski pelan, tapi ada kenaikan. Sebulan terakhir ada di kisaran Rp18 ribu per kg. 

“Kendati bukan harga tertingi, namun itu kita nilai sudah cukup bagus. Sebab sudah mulai dapat menutupi kerugian, setidaknya bisa balik modal,” katanya.

Hanya saja, papar H Abdul, kenakan ini bukan lantaran  daya beli masyarakat yang cukup tinggi. Melainkan karena sulitnya mencari ikan bagi pengumpul.

“Selama krisis kemarin, ditambah Covid-19, banyak teman-teman kita sesama petambak yang memilih istirahat. Sebabnya itu tadi, harga jual yang rendah sehingga tak mampu membuat mereka mengembalikan modal,” ucapnya.

Kendati banyak tambak yang memilih istirahat, lanjut H Abdul, namun permintaan tetap tinggi. Sebagai contoh, ia menyebut dari satu kawasan saja seperti di Cindai Alus, setiap hari ada permintaan pasar sekitar 20 ton ikan.

“Permintaan pasar tersebut agak sulit untuk dipenuhi, karena banyak tambak yang tutup tadi. Nah, karena itulah harga naik,” jelasnya.

Menurut H Abdul, permintaan terhadap ikan tambak ini  datang dari beberapa wilayah. Selain dari Kalsel sendiri, juga ada permintaan dari Kaltim dan Kalteng.

“Untuk itu, para penambak ikan kini lebih antusias untuk meningkatkan usahanya, dengan harapan harga pasar bisa terus mengalami peningkatan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *