Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Dalam rangka menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), Indonesia Association for Public Administration (IAPA) Kalsel bekerjasama dengan Program Studi Administrasi Publik FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), menggelar Webinar Nasional dengan tema “Jaga ASN: Untuk ASN yang Profesional dan Berintegritas”, di Gedung FISIP ULM, Kayutangi, Banjarmasin, Senin (16/11/2020).
Rektor ULM, Sutarto Hadi, dalam sambutannya yang diwakili Wakil Rektor 1, Aminuddin Prahatama, menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan IAPA Kalsel menggandeng ULM sebagai tempat diselenggarakannya webinar nasional ini.
“Atas nama seluruh pimpinan ULM dan seluruh civitas Akademi, kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan terhadap ULM sebagai tempat webinar ‘Jaga ASN: Untuk ASN yang profesional terhadap netralitas’ini,” ujarnya.
“Komitmen untuk menjaga netralitas ASN merupakan tanggung jawab semua pihak. Oleh karena itu, prinsip netralitas dan tidak diskriminatif, serta tidak mengutamakan pelayanan kepada kelompok atau golongan tertentu, menjadi pilar penting untuk menciptakan ASN yang profesional dan berintegritas,” sambung Wakil Rektor 1 Bidang Akademik ULM Banjarmasin, Aminuddin Prahatama.
Aminuddin menegaskan, adanya pelanggaran yang dilakukan pihak ASN karena adanya dorongan kebutuhan finansial. “Sementara itu, kalau kita perhatikan beberapa indikasi pelanggaran netralitas yang dilakukan ASN, biasanya didorong desakan motivasi atau finansial yang merasa belum terpenuhi, karena adanya kesempatan yang didukung atas dasar kedekatan ataupun pertemanan antara ASN tersebut dengan pejabat publik,” ucapnya.
Hal tersebut, papar Aminuddin, tentu sangat bertentangan dengan prinsip profesionalitas dan integritas ASN dalam melaksanakan perannya.
“Kalau indikasi seperti ini tidak diingatkan atau bahkan tidak diberikan teguran sampai kepada panisment, tentu akan berdampak negatif di kemudian hari,” tegasnya.
Di sisi lain, Taufiq Arbain selaku Ketua IAPA Kalsel mengatakan, webinar kali ini merupakan bentuk penegasan adanya kesimpangsiuran lunturnya netralitas ASN.
“Acara hari ini juga ingin menegaskan adanya simpang siur soal ketidaknetralan, selain memang ada fakta yang tadi disampaikan narasumber, bagaimana ASN itu sebenarnya (mendekatkan diri dengan para politisi),” tutur dosen Program Studi Administrasi Publik FISIP ULM ini.
Menurut Taufik, webinar ini merupakan gerakan moral sekaligus pengingat bagi ASN untuk menjaga netralitasnya menjelang Pilkada.
“Justru dengan acara seperti ini, kita ingin menegaskan sebagai tanggung jawab moral kepada masyarakat kepada ASN bahwa ini salah satu langkah kita, agar di masa Pilkada para ASN bisa menempatkan dirinya sebagaimana diatur oleh UU dan peraturan yang ada,” ujarnya.
Taufik berharap, agar netralitas ASN di berbagai situasi dapat dipertanggung jawabakan. “Justru dengan mengadakan kegiatan ini, kita berharap ada pesan moral kepada para ASN di berbagai lini. Baik di pemerintahan daerah maupun perguruan tinggi, yang namanya ASN menjaga netralitas dan proposionalisme,” tegasnya.[]



