Editor : Almin Hatta
BATULICIN – Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) ditetapkan menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXIII Tingkat Propinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), yang akan digelar pada tanggal 10 Februari sampai 08 April 2021 nanti.
Sebagai persiapan perhelatan tersebut, telah digelar rapat sekaligus pembentukan kepanitian yang dipimpin langsung oleh Bupati Tanbu, H Sudian Noor, bersama pihak LPTQ, di ruang rapat Bersujud Kantor Bupati, Gunung Tinggi, Batulicin, Selasa (2/2/2021).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati H Sudian Noor antara lain menyampaikan, menjelang pelaksanaan MTQ ini langkah pertama adalah penyusunan kepanitian. Setelah tersusun, maka kepanitiaan tersebut segera dikirimkan ke pihak Provinsi Kalsel untuk mendapatkan persetujuan dari Gubernur Kalsel.
“Saya berharap yang hadir dalam rapat ini bisa berpartisipasi langsung untuk mensukseskan acara ini. Sebab, acara kita ini adalah hajatan akbar yang mendatangkan orang seluruh kabupaten,” katanya.
Bupati H Sudian Noor menjelaskan, hasil atau pemenang MTQ Tingkat Propinsi ini nantinya dibawa perhelatan MTQ Tingkat Nasional di Mataram, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Untuk tahun 2021 ini, MTQ Nasional akan dilaksanakan di Mataram. Sedangkan untuk tahun 2022 akan dilaksanakan di Kalimantan,” ujarnya.
Dengan akan dilaksanakannya MTQ Tingkat Nasional tahun 2022 nanti di Kalimantan, papar Bupati H Sudian Noor, memberi kesempatan buat Tanah Bumbu agar menunjukan prestasi di tingkat nasional.
Melihat dari pengurus LPTQ yang terlibat pada kegiatan MTQ di Padang (Sumatera Barat) tahun sebelumnya, Bupati Sudian Noor berharap Tanah Bumbu akan lebih baik dari mereka.
“Setidaknya pelaksanaannya harus lebih bagus dari MTQ Padang, dan kita harapkan pula adanya koordinasi yang baik dengan semua pihak,” tegasnya.
Sementara itu, Pj Sekda Tanbu, DR H Ambo Sakka menerangkan prihal akan dilaksanakannya MTQ tersebut. Dimana pelaksanaan ini masih dalam suasana pandemi. Tentu hal yang mengacu pada protokol kesehatan perlu ada pembahasan yang berbeda terkait pelaksanaan MTQ akan datang, dibanding pelaksanaan pada situasi normal.
Menurut Ambo Sakka, ada hal urgen yang harus disepakati bersama. Dalam pelaksanaan ini, maka kepanitian merupakan gabungan tim Kabupaten dan tim dari LPTQ Propinsi. Dengan gabungan itu akan disahkan oleh Gubernur Kalimantan Selatan.
“Melalui pembentukan panitia ini, kami berharap ada masukan dari peserta rapat. Sehingga kepanitian ini dapat merefresentasikan kegiatan yang sesuai harapan,” pungkasnya.[]



