Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Mampu meraih Adipura, namun kondisi kota Banjarmasin tak kunjung bebas dari timbunan sampah yang sempat tertahan cukup lama di tempat pembuangan sampah sementara (TPS).
Hal itu disebabkan produksi sampah dari masyarakat semakin tinggi, dan setiap hari petugas kebersihan harus bekerja ekstra untuk mengangkut sampah di TPS ke pembuangan akhir.
Keberadaan TPS di Banjarmasin rupanya banyak dikeluhkan warga. Pasalnya, beberapa titik berada di pinggir jalan utama. Contohnya di Jalan Veteran, di Jalan Pramuka, di Jalan Pangeran Hidayatullah, dan di beberapa jalan lainnya.
Keluhan warga tersebut terkait tumpukan sampah yang semakin banyak, bahkan setiap hari TPS yang disediakan tak mampu menampung sampah hingga meluber ke separuh badan jalan.
Selain itu, bau tak sedap yang dikeluarkan TPS dengan sampah-sampahnya sering membuat masyarakat tak nyaman. Baik melintas di kawasan jalan tersebut, maupun bertempat tinggal di sekitar TPS.
Biasanya, tumpukan sampah sudah mulai menumpuk dari pukul 4 sore hingga pagi hari sekitar pukul 10 Wita.
Kendati tetap diambil petugas kebersihan, namun proses pengangkutan sendiri berjalan lama. Karena jumlah sampah yang semakin banyak, dikhawatirkan kondisi ini semakin bertambah parah seiring bertambahnya penduduk di Kota Banjarmasin.
“Kalau bias, TPS jangan di pinggir jalan besar. Ada baiknya Pemko Banjarmasin menyiapkan lahan khusus, yang tidak menggunakan badan jalan,” tandas Nurhidayah, warga Pasar A Yani, Banjarmasin Timur.[]



