Editor : Almin Hatta
BARABAI – Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), telah melaksanakan tahapan-tahapan sebagai persiapan untuk melaksanakan pendidikan secara tatap muka.
Plt Kepala Dinas Pendidikan HST, Chairiah ST, menyatakan, dengan adanya Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri pada November tahun lalu, pihaknya langsung merespon dengan mempersiapkan segala sesuatu sebagai syarat pembelajaran tatap muka.
“Tahapan-tahapan persiapan sudah kita lakukan. Termasuk koordinasi dengan Tim Gugus Tugas Covid-19. Sebab, berdasarkan keputusan Bupati, rencananya di bulan Januari kita mulai memberlakukan pembelajaran secara tatap muka,” katanya, ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/3/2021) kemarin.
Chairiah ST menjelaskan, pemberian izin belajar tatap muka dari pemerintah harus memenuhi sejumlah syarat. Antara lain, memperhatikan tingkat risiko penyebaran Covid-19, faktor persiapan kesehatan, kesiapan satuan pendidikan, hingga kondisi sosial anak didik.
“Dari semua itu, Dinas Pendidikan HST membuat atau menyebarkan daftar periksa ke sekolah-sekolah. Hasil yang kita dapat adalah, 90% lebih dari satuan pendidikan atau sekolah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka langsung antara guru dan murid di ruang sekolah,” ujarnya.
Chairiah ST mengungkapkan, sebagai langkah awal, pihaknya sebenarnya sudah siap melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah.
“Akan tetapi tidak sempat terlaksana, dikarenakan ada musibah banjir di bulan Januari itu. Kini, Dinas Pendidikan HST tetap memantau sekolah-sekolah, apakah memungkinkan belajar muka,” ucapnya.
Kemudian, papar Chairiah, pada bulan Januari lalu Pemerintah Pusat menyatakan pandemi belum menyurut bahkan terjadi perkembangan penyebaran Covid. Jadi tidak memungkinkan lagi dilaksanakan pembelajaran tatap muka. Penyelenggaraan pembelajaran tatap muka pun batal.
Sekarang, lanjutnya, pihaknya kembali melakukan pembekalan kepada semua kepala sekolah, Tim Gugus Sekolah, dan Pengawas Sekolah, untuk kembali mempersiapkan pembelajaran tatap muka.
“Jadi, semuanya sudah siap. Untuk saat ini, satuan pendidikan sekolah di Kabupaten HST, 90% menyatakan kesiapannya untuk pembelajaran tatap muka. Mungkin kalau penyebaran Covid sudah menurun, bisa dilaksanakan belajar-mengajar tatap muka. Tentu saja harus seizin pemerintah. Sebab, kita tidak menginginkan adanya penyebaran Covid-19 dari kluster sekolah,” tegas Chairiah.[]



