Dispora Kalsel Siap Tangani Pengurusan Atlet ke PON XX Papua

Dispora Kalsel Siap Tangani Pengurusan Atlet ke PON XX Papua

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARMASIN – Minimnya anggaran hibah kepada KONI Kalsel untuk dana hibah PON XX Papua 2021, membuka opsi untuk mengembalikan pengurusan keberangkatan atlet PON Kalsel ke Papua tersebut.

Hal itu rupanya mendapat tanggapan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel, bahwa pihaknya siap menerima jika memang KONI Kalsel merasa tak mampu menanganinya.

“Kalau memang ada rencana itu, dan KONI Kalsel ingin mengembalikan hibahnya, tak apa, biar kami yang menanganinya nanti,” ucap Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel, Fitri Hernadi, kemarin.

Masalah ini sebelumnya diungkapkan Kabid Binpres KONI Kalsel, Gusti Perdana Kusuma. Kemudian oleh Sekretaris Umum KONI Kalsel, Enly Hadiannor,  yang intinya meminta agar Dispora menangani seluruh atlet dan kontingen ke Papua.

Fitri meminta agar KONI bersikap dewasa. Apalagi masalah anggaran yang dialokasikan untuk KONI tersebut sudah diketuk dan mendapatkan SK, sehingga perubahan anggaran tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.

“Kan soal anggaran sudah dibahas dalam Rakonprov November 2020 lalu, dimana KONI Kalsel mendapatkan komitmen dari Ketua DPRD Kalsel bahwa anggaran pembinaan KONI akan ditingkatkan pada hibah APBD perubahan,” ujarnya.

Menurut Fitri, pada Rapat Dengar Pendapat (RDP)dengan Komisi IV DPRD Kalsel Februari lalu, juga ada KONI, Dispora, dan Bakeuda, yang juga dinyatakan pada perubahan ini anggaran keberangkatan semua atlet diupayakan dipenuhi.

“Intinya, komitmen Dispora dan KONI adalah sama. Yakni ingin semua atlet kita berkesempatan ikut dalam PON XX Papua nanti,” katanya.

Fitri mengatakan, agar KONI juga memperhatikan sisi lain, dimana anggaran juga banyak dialihkan untuk membantu penanganan covid-19 dan musibah banjir di Kalsel.

Kini, lanjutnya, Dispora juga harus meningkatkan pada Indeks Peningkatan Pembangunan (IPP) dan Indeks Pembangunan Olahraga, yang dilihat dari pembudayaan dan permasalahan olahraga di masyarakat yang masih rendah.

“Jadi, selain prestasi olahraga, Dispora wajib meningkatkan kedua indeks tersebut, karena kini Propinsi Kalsel indeksnya masih rendah,” jelasnya.

Baginya, usulan KONI untuk meminta tambahan anggaran untuk PON XX Papua hanya ada satu mekanisme. Yakni melalui anggaran perubahan yang diketuk paling cepat September dan Oktober nanti.

Ditanya mengenai keinginan KONI yang akan menyerahkan pengurusan keberangkatan atlet dan kontingen ditangani oleh Dispora jika anggaran hanya Rp7,24 milyar, Fitri menyatakan tak akan menolak.

Ia kembali mengatakan, jika anggaran Rp 7,24 milyar belum memuaskan dan tak bisa mengurus keberangkatan KONI, maka silakan membuat surat resmi. Sehingga nanti surat itu akan dibicarakan atau diproses di tingkat pimpinan.

“Jika memang tak sanggup menangani atlet dengan anggaran tersebut, janganlah diungkapkan kepada media. Karena dengan adanya berita seperti ini bisa mempengaruhi semangat atlet, jangan sampai mereka mendengar ketidaksolidan antara KONI dan Dispora,” demikian Fitri.[]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *