Editor : Almin Hatta
BANJARBARU – Dalam rangka memperingati Hari Dongeng se-Dunia, Dinas Perpustakaan dan Kearsiap (Dispersip) Kalsel memboyong buku cerita sekaligus pendongeng dan badut ke Rumah Anak Yatim (RAY) Ar-Rahman, Guntung Manggis, Sabtu (20/3).
Dalam kesempatan kali ini, Dispersip juga turut memberikan edukasi mengenai pentingnya literasi kepada anak-anak penghuni Rumah Yatim Ar-Rahman.
Hj Nurliani Dadie selaku Kadispersip Kalsel mengatakan, peringatan Hari Dongeng se-Dunia tahun ini agak berbeda lantaran masih dalam suasana pandemi Covid-19.
“Mengingat masih Covid, jadi kita laksanakan dengan menerapkan prokes ketat. Hanya 20-an anak yang hadir. Kita juga sekalian bagi-bagi masker serta bingkisan,” ujar Bunda Nunung, sapaan akrabnya.
Menurur Bunda, mendongeng dapat membangun imajinasi anak, memberi keceriaan, mengedukasi, serta menumbuhkan kesadaran literasi bagi anak-anak.
“Makna mendongeng, agar anak-anak senang dan mencintai cerita dari buku. Cerita-cerita itu dapat menciptakan imajinasi di dalam otak. Kemampuan dalam berpikir dan membayangkan hal-hal di otak, adalah kunci kesuksesan di masa depan,” ujarnya.
Sebagai informasi, Hari Dongeng se-Dunia jatuh pada 20 Maret 1991, dari kebiasaan masyarakat Swedia memperingati Hari Semua Pendongeng yang akhirnya menyebar hingga ke seluruh dunia, kecuali Antartika.[]



