Apersi Kalsel Dukung Pengembangan Industri di Tanbu

Apersi Kalsel Dukung Pengembangan Industri di Tanbu

Diposting pada

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumb

Editor : Almin Hatta

BATULICIN – Bupati Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), dr H Zairullah Azhar, menyambut kunjungan silaturrahmi Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi) Kalimantan Selatan (Kalsel), di ruang kerja Bupati Tanbu, Kamis (25/03/2021).

Menurut Bupati Zairullah, kunjungan ini merupakan
bentuk kerjasama yang baik antara Pemerintah Daerah dan pihak pengembang.

Diakui kunjungan ini punya nilai strategis, mengingat Tanbu masih memiliki kawasan yang cukup luas. Sehingga perekonomian yang sedang dibangun tentu masyarakatnya pun turut bertambah.

“Dampaknya jelas, masyarakat yang tinggal di sini tentu akan memerlukan pemukiman, perumahan,” katanya.

Zairullah menambahkan, saat ini sudah disiapkan berbagai industri, dengan yang terbesar adalah pembangunan irigasi di Kusan Hulu.

“Insya Allah, bendungan ini akan menjadi pusat irigasi, peternakan, pertanian, dan prikanan, dan akan dikembangkan menjadi power plan tenaga air. Jadi diharapkan pula untuk kesiapan sebagai daerah penyangga Ibukota Negara yang baru,” ujarnya.

Zairullah juga menyebutkan pembangunan pabrik pakan ternak seperti Kabupaten Tanah Laut, termasuk  industri biodisel, dengan kapasitas tenaga kerja yang diperlukan mencapai puluhan ribu.

“Semoga ini terwujud. Dengan adanya pembangunan ini, tentunya Tanah Bumbu semakin maju. Apalagi jalan tol sudah bisa digunakan, maka kegiatan pelabuhan di sini makin meningkat,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Apersi Kalsel, H Muhtar Lutfy, menyatakan pihaknya sangat mendukung dengan banyaknya perusahaan yang akan dibuka di Tanbu ini. “Tentu apresiasi yang sangat luar biasa dari Apersi. Kami selaku pengembang menyambut dengan baik, dimana target Apersi Kalsel adalah 15.000 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” katanya.

Terkait regulasi di bidang pemukiman, Tanbu sudah  sudah memiliki Peraturan Pemerintah yang telah diberlakukan. Artinya, ini sudah berjalan. Sehingga aturan pemerintah dan pihak pengembang bisa sejalan.

“Diharapkan dengan banyaknya pekerja di Tanah Bumbu, kami akan menawarkan kepada mereka sebuah pemukiman dengan sasaran MBR tersebut,” ujar H Muhtar Lutfy.[]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *