Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Kawasan Jalan Cemara Ujung di kawasan Kayutangi, Banjarmasin Utara, mengalami kerusakan parah dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satunya penyebabnya adalah pengalihan arus lalulintas kendaraan, akibat proses pembangunan Jembatan Alalak. Kerusakan jalan tersebut bertambah parah akibat terendam banjir yang melanda Kota Banjarmasin beberapa waktu lalu.
Dengan kondisi kerusakan tersebut, tidak hanya warga sekitar yang mengeluhkan. Bahkan tidak sediki para pengguna jalan mengeluhkan kerusakan jalan yang terjadi di kawasan Jalan Cemara Ujung tersebut.
Warga bahkan sempat menggelar protes dengan memajang tulisan hingga menanam pohom pisang pada bagian jalan rusak, namun perbaikan tak kunjung dilaksanakan.
Menanggapi keluhan masyarakat kali ini, Aliansyah, Sekretrais Komisi III DPRD Kota Banjarmasin membenarnya terjadinya kerusakan jalan tersebut.
“Iya, memang betul, karena beban jalan yg tidak tahan dan juga tonase kendaraan yang lewat berlebihan,” ucapnya, Kamis (1/4).
Untuk itu, kemarin pihaknya sudah minta Dishub untuk mengurangi beban kendaraan yang lewat, dengan menurunkan palang portal di jembatan, dan juga minta segera diaspal.
“Kemungkinan bulan Mei diaspal, karena sudah lelang dan juga nantinya terbantu dengan dibukannya Jembatan Alalak 1 yang pengerjaannya sudah selesai,” jelasnya.
Hanya saja, untuk saat ini pihaknya mengharapkan ada dari Dishub untuk stanby mengatur lalulintas di sana, mengingat ada batas tonase yang sudah diterapkan.
“Tulisannya di samping jembatan dan mobil ban besar tak boleh melintas. Jadi harus ada penjaga di sana dari Dishub atau Satpol pp,” ucapnya.[]



