Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Akibat program vaksinasi massal yang telah berlangsung beberapa bulan terakhir, stok plasma konvalesen di UDD (Unit Donor Darah) PMI Kota Banjarmasin kini menipis.
Hal ini diutarakan Kepala UDD PMI Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (6/4). “Kita beberapa hari ini memang mengalami kekurangan stok plasma konvalesen, dikarenakan permintaan yang tinggi dari pasien,”ucapnya.
Rama menuturkan, sejak awal Maret lalu pendonor plasma konvalesen kian berkurang. “Pendonor plasma konvalesen ini tidak boleh sembarangan, hanya orang-orang yang benar dinyatakan sembuh dari Covid-19 yang bisa mendonorkan,” tuturnya.
Jika orang telah divaksinasi, ungkap Rama, maka antibodi yang ada di dalam tubuhnya tidak alami lagi. Pasalnya, di dalam vaksin ada virus yang sudah dilemahkan.
“Kalau sudah vaksinasi, maka antibodinya tidak alami lagi, karena di dalam vaksi memuat virus yang sudah dilemahkan. Beda halnya dengan orang yang terpapar alami, antibodinya jiga terbentuk secara alami,”ungkapnya.
Untuk menyikapi kekurangan stok plasma konvalesen ini, UDD PMI Kota Banjarmasin bahkan mendatangkan plasma konvalesen dari UDD Kota Surabaya setiap hari.
“Di UUD Kota Surabaya itu stok mereka melimpah. Memang setiap hari ada pengambilan, bisa 10 sampai 15 kantong. Tapi semua itu langsung ludes, tidak bisa buat stok,” ujar Rama.
Melihat adanya kekosongan stok plasma konvalesen ini, tentu Rama berhafap agar para pegawai maupun masyarakat mantan penyintas Covid-19 bisa mendonorkan plasma titer antibodinya ke UDD PMI Kota Banjarmasin.
“Tentunya saya berharap, agar masyarakat maupun pegawai yang pernah terkena Covid-19 bisa mendonorkan titer antibodinya ke kita, sebagai bentuk dukungan peningkatan penyembuhan infeksi Covid-9,” harapnya.[]



