Wagub Kalteng Kunjungi Pos Penyekatan Perbatasan Bartim

Wagub Kalteng Kunjungi Pos Penyekatan Perbatasan Bartim

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

TAMIYANGLAYANG – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Wagub Kalteng), Habib Ismail bin Yahya, pekan kemarin secara khusus mengunjungi “Pos Pengamanan Terpadu Cek Poin Covid-19 Penyekatan Perbatasan” di Pasar Panas, Kecamatan Banua Lima, Kabupaten Barito Timur (Bartim), Kalimantan Tengah (Kalteng), yang berbatasan dengan wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Dalam kunjungan tersebut, Habib Ismail bin Yahya didampingi Bupati Bartim, Ampera AY Mebas, Ketua DPRD Bartim Nur Sulistio, Wakil Bupati Bartim, Habib Said Abdul Saleh, Kapolres Bartim AKBP Afandi Eka Putra SH SIK MPICT, Kejari, dan sejumlah pejabat dari instansi lainnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres AKBP Afandi Eka Putra menjelaskan, di pos perbatasan tesebut tiap hari rata-rata dilakukan periksaan terhadap 100 pengendara.

“Diantaranya ada yang kita minta putar balik, ya sekitar 20 hingga 30 pengendara per hari. Kita juga melakukan pemeriksaan rapid tes antigen,” katanya.

Menurut Afandi Eka Putra, dengan adanya pos tersebut, bisa memperkecil mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan lintas provinsi.

“Kedepannya akan lebih kita pertegas lagi terhadap  masyarakat yang melintasi pos ini, khususnya mengenai kelengkapan surat rapid tes,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Ampera AY Mebas mengucapkan terima kasih kepada Wakil Gubernur Kalteng yang menyempatkan diri berkunjung ke Kabupaten Bartim.

“Kunjungan Wagub ini merupakan pendorong dari pemerintah provinsi kepada kami agar lebih semangat dalam memperketat penjagaan perbatasan,” katanya.

 

Wagub Habib Ismail bin Yahya dalam kunjungan tersebut  sempat menanyakan surat rapit tes kepada sopir angkutan, serta tujuannya mau ke mana. Kepada petugas pos, ia juga menanyakan data pengendara yang masuk dan yang balik arah, juga data rapid tes antigen.

“Pos penyekatan perbatasan Kalteng-Kalsel ini ada dua, di Pasar Panas dan Bentot. Kita juga tempatkan petugas di Desa Kanris, Kecamatan Banua Lima, karena di situ ada jalan altirnatif, jalan tikus. Semua ini kita lakukan untuk menghambat penyebaran Covid-19,” katanya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *