Editor : Almin Hatta
PARINGIN – Pemerintah Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), berharap penyerapan Tenaga Kerja Kontrak di instansi pemerintahan setempat lebih berpihak kepada putera-puteri daerah.
Harapan ini disampaikan langsung oleh Bupati Balangan, H Abdul Hadi, saat dikonfirmasi awak media terkait efisiensi anggaran belanja yang cukup banyak digelontorkan untuk tenaga kerja kontrak di Pemkab Balangan.
Bupati Abdul Hadi mengatakan, memang banyak tenaga kerja kontrak dari luar Balangan dengan skill masih rata-rata dan lulusan SLTA sederajat.
Padahal, jelasnya, ada ribuan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan serta ratusan Sarjana yang merupakan putera dan puteri daerah, sementara angkatan kerja hanya berkisar dua persen yang bisa ditanggungkan oleh pemerintah daerah.
“Untuk perekrutan Aparatur Sipil Negara atau Calon Pegawai Negeri Sipil, memang menggunakan sistem online nasional atau umum. Sehingga wajar ketika warga dari berbagai wilayah luar pulau bisa bersaing di Balangan,” ujarnya.
Akan tetapi, lanjut Bupati Abdul Hadi, terkait tenaga kerja kontrak itu merupakan kebijakan daerah setempat. Jadi, harusnya lebih berpihak kepada putera-puteri daerah.
“Kita menghendaki supaya untuk tenaga kerja kontrak ini diutamakan putera daerah. Setidaknya lebih berpihak dan mengayomi penduduk lokal,” tegasnya.
“Maka selanjutnya akan dilakukan evaluasi terhadap para tenaga kerja kontrak yang ada di instansi-instansi pemerintahan di Bumi Sanggam ini,” imbuhnya.[]



