FKPT Kalsel: Harus Ada Sinergi untuk Menangkal Radikalisme

FKPT Kalsel: Harus Ada Sinergi untuk Menangkal Radikalisme

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARMASIN – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan, harus ada sinergi untuk melawan radikalisme dengan melibatkan semua kompunen masyarakat. 

FKPT merupakan sebuah forum yang digagas sejak tahun 2012 lalu, sebagai perpanjangan tangan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia.

Penegasan di atas disampaikan dalam acara bertajuk  ‘Diseminasi Hasil Penelitian Penguatan Kebhinnikaan dan Lirerasi Digital dalam Upaya Menangkal Radikalisme’ yang digelar FKPT Kalsel di Hotel Rodhita Banjarmasin, Sabtu (26/6/2021). 

Ketua FKPT Kalsel, Drs Aliansyah Mahadi MAP, dalam kesempatan tersebut menyampaikan, kegiatan kali ini bertujuan menyampaikan diseminasi hasil penelitian FKPT Kalsel tentang ‘Penguatan Kebhinnikaan dan Lirerasi Digital dalam Upaya Menangkal Radikalisme’.

“Harus ada sinergi melawan radikalisme dengan melibatkan semua kompunen. Sebab, radikalisme melahirkan terorisme, dan itu selalu ada serta menunggu kesempatan untuk masuk,” katanya.

Aliansyah Mahadi menjelaskan, membangun kebersamaan dan komunikasi merupakan bentuk perlawanan yang harus terus dilakukan. Pasalnya, teroris pasti radikal dan tak kenal yang namanya agama atau budaya.

“Namun, patut disyukuri bahwa sejauh ini potensi radikal mulai mengalami penurunan, dari 2017 pada posisi sedang, dan hingga 2020 menjadi sangat rendah,” ujarnya. 

Aliansyah Mahadi mengungkapkan, beberapa waktu lalu sempat terjadi penyerangan terhadap Polres (tak disebutkan Polres mana, red). 

Aksi tersebut, lanjutnya, oleh FKPT langsung ditindaklanjuti. Yakni membuka komunikasi dengan tokoh agama atau tuan guru, dan disepakati untuk sama-sama menyuarakan melawan radikalisme dengan memasukan materi-materi anti radikalisme.

Sementara itu, Kabid Pengkajian dan Penelitian FKTP Kalsel DR Ir H Muhammad Fauzi MP selaku pemateri  menyebutkan, radikalisme atau terorisme adalah ancaman bersama.

“Pencegahan paham radikal dan terorisme di Kalsel memerlukan keterlibatan semua komponen, khususnya Pemerintah Daerah. Karena itu harus dibangun sinergitas antar semua pihak,” tegasnya.[]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *