Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Warga Tamiang Layang, Bartoleksono yang biasa dipanggil Abah Moses, sangat berharap jembatan fasilitas umum atau Titian Usaha Tani (TUT) di RT 15 Kelurahan Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah ( Kalteng ), secepatnya diperbaiki.
Abah Moses mengaku, berbagai upaya sudah ia lakukan agar jembatan sepanjang sekitar 35 meter dengan lebar 2 meter tersebut bisa direhap secepatnya oleh pihak yang berkompeten, tapi tak pernah mendapat tanggapan atau respon.
“Sudah dua kali kami mengajukan proposal kepada pihak PUPR Bartim, namun belum juga ada kabar rencana perbaikan. Bahkan istri saya sempat bertemu Kadis PUPR Bartim, dan jawabanya menunggu ada dananya,” katanya, Jum’at (2/7/2021) lalu.
Menurut Abah Moses, mustahil pemerintah tidak ada dana untuk perehapan jembatan tersebut. Ia menilai, biaya perbaikan jembatan tersebut tidak sampai Rp5 juta. Namun nyatanya sampai saat ini belum pernah ada perehapan sama sekali.
“Sudah lama saya mengurus permohonan perbaikan jembatan tersebut kepada pihak pemerintah, namun sampai saat ini belum juga ada perbaikan. Saya berani angkat bicara karena semua warga di sini memerlukan jembatan tersebut untuk beraktivitas,” tuturnya.
Abah Moses mengharapkan adanya ketegasan dari pemerintah terkait masalah proposal yang pernah mereka ajukan, agar bisa direspon.
“Kalau diterima ya diterima. Kalau tidak ya tidak. Karena kami ingin kepastian, bukan harapan, terkait nasib jembatan tersebut,” ucapnya.
Abah Moses menegaskan, kalau tidak secepatnya diperbaiki, maka jembatan Tampe Sungai Sirau di kawasan Jalan Temanggung di RT 15 tersebut, dikawatirkan bisa menimbulkan korban jiwa.
“Kondisi jembatan tersebut sudah parah, miring ke kanan. Bahkan kalau ada orang melintas, jembatanya bergoyang goyang. Tiangnya sudah goyah karena tanah di bawahnya longsor saat banjir dulu,” ungkapnya.
Bartoleksono yang merupakan warga Tamiang Layang ini mengatakan, pemerintah harus jeli lagi dalam menilai kepentingan masyarakat. Mengingat jembatan tersebut adalah akses masyarakat untuk ke kebun dan ke lahan pertanian.
“Jembatan itu harus diperbaiki. Di sana ada juga pemukiman. Tentu pengguna jembatan tersebut sangat banyak. Jangan sampai sudah roboh, baru ada perhatiannya,” pungkasnya.[]



