Editor : Almin Hatta
BATULICIN – Dharma Wanita Persatuan (DWP) se-Kalimantan Selatan menggelar pertemuan rutin secara virtual. Pertemuan rutin kali ini digelar oleh DWP Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Kegiatan turut dihadiri Ketua DWP Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Hj Hasnah Mashude Ambo Sakka, beserta anggota melalui ruang DLR Tanbu, Senin (19/07/2021) pagi.
Ketua DWP Dispora Kalsel, Hj Rusnawati, mengatakan, pertemuan rutin bulanan DWP Kalsel kali ini diisi dengan materi ‘Bijak Bermedia Sosial’.
Selain itu, Hj Rusnawati juga menyampaikan, dalam rangka Hari Anak Nasional dan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan Ke-71, Pemprov Kalsel menggelar lomba Anak Berkreativitas Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Peserta lomba merupakan anak-anak anggota DWP se-Kalsel.
Ada tiga jenis lomba yang digelar. Yaitu Lomba Lukis Masker kategori anak TK, Lomba Video ajakan hidup sehat ibu dan anak kategori kelas 1-4 SD, dan Lomba Video Klip lagu daerah kategori anak SMP dan SMA (kelompok).
Hj Rusnawati berharap seluruh DWP se-Kalsel dapat berpartisipasi pada lomba tersebut.
Sementara itu, narasumber Budi Priyono dari Telkom Indonesia menyampaikan materi Bijak Bermedia Sosial.
Budi mengajak semua pihak agar menggunakan internet secara bijak, sehat, dan aman.
Sebagai orangtua dari anak-anak, papar Budi, yaitu membimbing dan berada dekat dengan anak-anak saat mereka menggunakan internet.
Sedangkan untuk lingkungan sekolah, guru berperan dalam membantu dan mengarahkan murid-muridnya untuk menggunakan internet seperlunya, bermanfaat, dan aman.
“Untuk memproteksi anak agar tidak bisa mengakses situs-situs yang merusak, baik yang liberal maupun pornografi, orangtua bisa menginstal software khusus di komputer atau laptop, agar bisa memblokir situs-situs tersebut,” ujarnya.
Sebagai orangtua, lanjut Budi, jadilah friendlist mereka, bila mereka membuka akun di media sosial. Tujuannya adalah, agar kita bisa memantau siapa saja teman-teman mereka, situs-situs, forum atau tokoh maupun institusi yang mereka ikuti.
Selain itu, komunikasi yang intens dengan anak adalah sebuah keharusan, agar mereka lebih mempercayai kedua orangtuanya dari pada orang-orang di luar sana.
“Tanamkan pada mereka bagaimana bisa senantiasa menjadi muslim yang baik dimana pun berada, taat perintah-Nya, patuh dan sopan kepada orangtua. Sehingga mereka punya kendali diri di saat jauh dengan orangtuanya, namun ikatan dengan keluarga khususnya kedua orangtuanya juga terjalin baik,” kata Budi Priyono.(wn)



