Dapat Sapi dari Presiden RI, Disbunnak Kalsel Pastikan Hewan Qurban Bebas Antraks 

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARMASIN – Pemeritnah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (19/7) kemarin menyerahkan bantuan hewan qurban dari Presiden RI kepada Masjid Sabilal Raya Muhtadin Banjarmasin. 

“Kita sampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden atas bantuan sapinya,”ucap PJ Gubernur Kalsel, DR Safrizal ZA MSi saat ditemui awak media, seusai penyerahaan bantuan hewan qurban di Aula Masjid Raya Sabilal Muhtadin tersebut.

Sapi yang beratnya hampir satu ton ini dibesarkan di Banjarbaru dan langsung dibeli Sekretariat Negara dari peternakan di daerah sana. 

Di sisi lain, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disbunnak) Kalsel, Suparmi, mengatakan Kalsel selalu mendapatkan alokasi hewan qurban dari pusat. 

“Tidak pernah ada jeda, insya Allah Bapak Presiden tidak pernah melupakan Kalsel, selalu mendapatkan alokasi bantuan untuk masyarakatan Kalsel dari Bapak Presiden,” ucapnya. 

Suparmi menyebtukan, hewan qurban dari Presiden RI ini juga menjalani pemeriksaan sekaligus pengawalan. 

“Jadi kalau sudah menjadi calon dan dikirim ke kantor, semua sapi itu harus dilakukan pengawalan. Mulai dari pemeriksaan fisik hingga laboratorium. Dan ini kita dikawal dari balai laboratorium Tipe A kita, yakni Lab Veteriner Banjarbaru,” ungkapnya. 

Tim yang diturunkan untuk pemeriksaan hewan qurban dari Presiden ini pun sangat banyak, yakni 100 orang, untuk melakukan pemantauan ini. 

“Jumlah pastinya ada di tim kami. Tapi yang jelas tim ini melibatkan para tenaga dokter hewan, paramedik yang ada di Disbunnak Prov Kalsel, dan yang ada di dinas yang membidangi kesehatan hewan di kabupaten/kota. Ditambah dengan dokter hewan yang bergabung di Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Kalsel. Anggotanya lumayan cukup banyak, lebih dari 100,” sebutnya. 

Pengawalan sapi ini tentunya tidak hanya untuk Sapi qurban khusus yang diberi Presiden RI, namun mencakup semua hewan qurban yang ada di 13 Kabupaten/Kota di Kalsel. 

“Kalau pemeriksaan pengawalan itu iya di 13 kabupaten/kota. Mereka kan punya tenaga dokter hewan yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota,” papar Kepala Disbunnak Kalsel ini.

Disbunnak Kalsel juga menjamin PHMS di Banua tidak ada, dan banua dikategorikan bebas antraks. “Kalau di Kalsel, PHMS (Penyakit Hewan Menular Strategis) nya tergolong landai, stabil. Tidak ada kasus serius. Kalaupun ada kasus penyakit menular seperti cacingan dan sebagainya kan masih bisa dikonsumsi. Di daerah kita bebas antraks,” tutup Suparmi.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *