Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Barito Timur (Bartim), menggelar kegiatan bertajuk “Pembinaan Keluarga Sukinah”, pencerahan pranikah Pemuda atau Remaja zaman sekarang.
Kegiatan yang diselenggaran oleh umat Hindu di Aula Kantor Kemenag Bartim pada Rabu (13/10/2021) ini dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Bartim, H Abdul Majid Rahimi.
Sedangkan sebagai narasumber, panitia menghadirkan pejaba dari kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bartim, pegawai Kemenag Bartim, dengan peserta kalangan Pemuda/Remaja di Barito Timur.
Kepala Kemenag Bartim dalam sambutannya yang diwakili Penyelenggara Hindu, Unai SH, mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya memberikan bimbingan terhadap Remaja atau Pemuda Bartim melalui pembinaan keluarga Sukinah.
“Dalam artian, persiapan anak-anak muda Hindu membentuk keluarga yang bahagia sejahtera, yang dikenal dalam Agama Hindu dengan istilah Keluarga Sukinah,” ujarnya.
Menurut Unai SH, para peserta yang hadir adalah para pemuda Hindu berusia antara 18-35 tahun, sudah selesai sekolah, dan mungkin sedang dalam persiapan hidup berumah tangga.
Sementara itu, narasumber dari BKKBN Bartim, Indriati SSos, mengingatkan agar tidak menikah pada usia dini.
“Sebelum menikah, terlebih dulu bekali diri dengan pengatahuan yang matang untuk jenjang pelaksanaan pernikahan. Sebab, ada berbagai risiko dan tantangan apabila menikah dalam usia muda. Jadi, bekali diri sebelum menikah,” ujarnya.
Menurut Indriati, berkaitan pegaulan anak-anak muda sekerang, seharusnya tidak melakukan pergaulan yang negatif, demi menuju masa depan mereka yang terpuji.
“Berkaitan dengan kencan, pertemuan anak-anak muda jaman sekarang, seharusnya pilih tempat yang terang. Tidak berbuat hal-hal yang dilarang agama. Juga tidak berduaan di tempat yang sepi. Dan lakukan ibadah bersama-sama, itu hal yang baik dan terpuji,” ucapnya.
Indriati mengingatkan, kalau berduan di tempat sepi bisa menimbulkan hal-hal perbuatan negatif. Contohnya bisa melakukan perbuatan di luar nikah, dikarenakan adanya perasaan nafsu yang tidak tertahankan.
“Pada akhirnya bisa menimbulkan perkawinan di usia anak, karena berduaan di tempat sepi dan melakukan hal yang negatif,” katanya.[]



