BANJARMASIN – Mendekati tahun 2022, SMAN 2 Banjarmasin nyatakan siap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).
Hal ini diutarakan Kepala SMAN 2 Banjarmasin, Mukeniansyah SPd MIKom, saat ditemui di sela Upacara Peringatan HUT PGRI Ke-76, Kamis (25/11/2021).
“Kalau kita dari pihak sekolah yang pasti sudah lama mempersiapkan pembelajaran tatap muka di sekolah ini,” ucapnya.
“Kami mengawali tahun ajaran baru terbatas. Jadi menggelar peringatan HUT PGRI di hari ini. Artinya, dengan pembelajaran tatap muka nanti, kita bisa menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” tambahnya.
Selain mempersiapkan PTM, papar Mukeniansyah, pihak SMAN 2 Banjarmasin juga mengecat ulang semua kelas dan mempersiapkan tim kebersihan di lingkungan sekolah.
“Demi menunjang PTM nanti, kita sudah mengecat semua kelas. Kita juga mempersiapkan tim kebersihan, untuk menunjang kebersihan di lingkungan sekolah ini,” ujarnya.
Mukeniansyah mengungkapkan, selain memerhatikan sarana dan prasarana sekolah, presentase vaksinasi guru maupun siswa juga telah mencapai 98% untuk SMAN 2 Banjarmasin.
“Untuk vaksinasi, Alhamdulillah semua guru di Smada sudah divaksin. Dan siswa juga sudah 98% yang sudah menjalani vaksin dosis 1 maupun 2 di awal bulan November kemarin,” tuturnya.
Setelah memerhatikan vaksinasi guru dan murid, SMAN 2 Banjarmasin juga memerhatikan mutu pendidikan di masa Pandemi ini.
“Kalau kita pribadi jelas sangat memerhatikan mutu pendidikan. Bagi kami mutu pendidikan nomor 1. Buktinya, di masa seperti ini tetap ada 20 siswa yang tidak naik kelas,” katanya.
Saat ditanya kapan pelaksanaan PTM, Mukeniansyah menyebutkan pihaknya optimis dapat melaksanakan PTM di awal tahun 2022 nanti.
“Kita optimis dapat melaksanakan PTM di awal tahun nanti. Hal ini sudah kita persiapkan jauh-jauh hari,” ungkapnya.
“Kita menunggu ketentuan dari gugus tugas dan Surat Edaran dari Gubernur dan Dinas Pendidikan Provinsi,” tambahnya.
Mukeniansyah berharap, dengan adanya pembelajaran tatap muka ini dapat mengobati kerinduan siswa menuntut ilmu ke sekolah.
“Banyak siswa maupun orangtua yang menelpon saya, bertanya kapan bisa pergi ke sekolah. Dan adanya PTM ini diharapkan bisa mengobati kerinduan siswa,” tutupnya.[]



