BANJARMASIN – Berbekal lulusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN (Univeristas Islam Negeri) Antasari Banjarmasin, Ratna Safitri SPd tekun mengajar di Sekolah Ramah Anak AL-AJBYB Sudimampir Banjarmasin.
Memulai kegiatan sosialnya di tahun 2019, tiap akhir pekan Ratna tak henti-hentinya membagikan ilmu kepada anak-anak di sekitaran Pasar Sudimampir.
Perempuan kelahiran 1995 ini mengaku, sengaja memberanikan diri menjadi pengajar serta pendidik anak-anak sekitar pasar yang notabene tidak dapat mengenyam pendidikan.
“Karena di kawasan tersebut banyak anak-anak, jadi ada inisiatif untuk mengajar mereka. Entah itu membaca, mengaji, maupun menulis,” ucapnya saat ditemui Tim Amnesia.Id di sela mengajar, Sabtu (12/3) sore.
Memiliki jiwa sosial yang tinggi, Ratna mengaku membagi ilmu kepada anak-anak sekitar sangat menyenangkan. Walaupun tantangan yang ada sangat berbeda, Ratna mengaku enjoy menjalaninya.
“Tantangannya pasti beda. Kalau mengajar anak di sini dengan anak-anak di luaran. Kalau di sini mereka melawan, bahkan saya sebagai gurunya pun pernah diolok-olok. Bahkan jendela sekolah pun pernah bolong karena mereka,” ucap Ratna.
Tidak sampai disitu. Parahnya lagi, beberapa anak malah kurang konsisten mengikuti sekolah Sabtu-Minggu ini, dan lebih memilih bekerja.
“Ada yang biasanya hilang-hilangan. Ada yang absen satu minggu, bahkan ada yang hampir tidak hadir satu tahun lamanya. Tapi lucunya, mereka ini pasti datang lagi walau sudah lama absen,” ungkap Ratna.
Di sekolah ini menampung murid dengan usia yang cukup beragam. Mulai dari 4 tahun sampai 11 tahun.
Lalu bagaimana metode Ratna mengajarkan membaca, menulis, dan mengaji kepada anak-anak sekitaran Pasar Sudimampir?
“Awalnya sempat kewalahan, karena mereka aktifnya minta ampun. Tapi lama-kelamaan saya bisa beradaptasi. Kalau metode pengajarannya kurang lebih seperti mendongeng, karena dalam prakteknya bagaimana si pendongeng bisa menyampaikan sesuatu kepada audience dan bisa didengarkan,” jelas Ratna.
Lebih lanjut, dalam metode pengajaran ini Ratna mengharapkan anak didiknya bisa mendengarkan hal yang disampaikan, dan dapat memahaminya.
Selain membentuk sekolah ramah anak yang berlokasi di Pasar Sudimampir, Ratna juga menyekolahkan beberapa anak di sana yang belum mengenyam pendidikan.
“Ada satu kemarin yang sudah berumur, kita sekolahkan di Pesantren di luar Kalimantan. Dan sekarang ini juga ada satu yang sudah kita ikutkan Paket A,” ujarnya.
Ratna menyebutkank, ada satu anak sudah mereka sekolahkan di pesantren milik Ustadz Yusuf Mansyur, dan biaya sekolahnya semua itu sudah ditanggung pihak sana.
“Sekarang yang kita ikutkan paket A, kalau sudah lulus kami arahkan ke pesantren juga,” ucap Pemuda Pelopor Kota Banjarmasin tahun 2021 ini.
Untuk kedepannya, Ratna berencana mendirikan rumah singgah untuk menampung para anak-anak sekitaran Pasar Sudimampir.
“Pengen renovasi rumah untuk menampung mereka, yang mana mereka ini kurang diperhatikan orang tuanya, yang mana dirumah ini nantinya akan saya bangun perpustakaan untuk meningkatkan daya baca anak. Juga menggelar pelatihan dongeng dan seni, yang mana intinya akan memaksimalkan kegiatan belajar anak,” jelasnya.
Lantas bagaimana sosok Ratna di mata rekan satu profesinya?
Asmiyati, salah satu relawan di Dekolah Ramah Anak Sudimampir, mengaku kagum sekaligus iri dengan kegigihan sosok Ratna.
“Ratna ini orangnya konsisten dalam mengajar. Saya yang sudah satu tahun lebih ngajar di sini aja biasanya suka bolong-bolong, karena ada kesibukan. Dan jujur saya iri, Ratna mengajarnya sangat konsisten,” ucapnya.
Tidak hanya itu. Menurut Asmiyati, walaupun mengajar tanpa dibayar, Ratna tetap ikhlas dan bisa mengimplementasikan ilmunya dengan baik di sekolah ramah anak ini.
“Di sini saya dan Ratna merasa apa yang kami pelajari di bangku kuliah dulu sedikit diuji, dan mengamalkan ilmu yang betul-betul di sinilah tempatnya,” tutupnya.[]
Editor : Almin Hatta



