Paman Yani Bangkitkan Semangat Persatuan Warga Desa Gunung Besar

BATULICIN – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi menggelar sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila, di Desa Gunung Besar, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (5/2).

Dalam kegiatan itu, wakil rakyat akrab disapa Paman Yani ini menjelaskan tentang perjuangan bangsa melawan penjajah yang berlangsung hampir setengah abad.

“Kita inginkan wawasan kebangsaan, perjuangan di masa lalu hingga mengorbankan nyawa itu menjadi pemicu masyarakat untuk semakin cinta terhadap tanah air,” ujar Paman Yani.

Meskipun kemerdekaan negara ini sudah hampir memasuki usia 79 tahun, menurut Paman Yani, kekayaan alam di Indonesia termasuk Kalsel masih terus dilirik oleh negara asing.

Sebabnya masyarakat Kalsel khususnya Tanah Bumbu, lanjut Paman Yani, harus tetap menjaga apa yang diwariskan oleh nenek moyang.

“Jangan sampai karena uang yang tidak seberapa, kita jadi menjual lahan yang bisa digunakan untuk bercocok tanam dan sebagainya. Termasuk juga adat dan budaya. Semua harus dijaga. Jangan sampai terlena dengan budaya asing,” tegasnya.

Menyinggung rencana perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan. Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) VI meliputi Tanah Bumbu dan Kotabaru itu meminta masyarakat Kalsel harus siap dengan segala kemajuan pembangunan yang terjadi.

“Adanya IKN jelas akan berpengaruh. IKN dan Kalsel tidak akan terpisahkan. Pembangunan infrastruktur jelas akan meningkat pesat,” terang Paman Yani.

Di sisi lain, IKN akan menyebabkan jumlah penduduk di Kalimantan lebih meningkat karena banyaknya pendatang dari luar pulau. Karena itu, Paman Yani mengimbau masyarakat tetap ramah meskipun ada perbedaan suku, ras dan agama.

“Rawatlah kebersamaan, cintai negeri ini, banua ini. Saya yakin masyarakat Kalsel khususnya Tanah Bumbu dan Kotabaru siap menerima pendatang dengan baik,” pungkas Paman Yani.

Sementara itu, Kepala Desa Gunung Besar Suwito, mengapresiasi kepedulian Paman Yani terhadap wawasan kebangsaan di masyarakat yang semakin pudar akibat kemajuan zaman.

“Melalui kegiatan ini saya rasa masyarakat seperti mendapat pencerahan dengan apa yang disampaikan Paman Yani,” jelasnya.[]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.