Gubernur Kalsel Serahkan Bantuan dan Tinjau Lokasi Banjir di Tanah Laut

Diposting pada

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, melalui Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menyerahkan bantuan sekaligus meninjau langsung lokasi bencana banjir di Desa Kali Besar, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, pada Minggu (26/1/2025) siang. Kegiatan tersebut turut didampingi Penjabat (Pj) Bupati Tanah Laut, H. Syamsir Rahman, beserta sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Kalsel.

Sebelum keberangkatan tim peninjau ke lokasi terdampak, sejumlah warga dari berbagai desa berkumpul di Posko Utama Kurau. Warga yang terdiri dari ibu hamil, balita, lansia, dan kepala keluarga (KK) lainnya terlebih dahulu didata untuk memastikan mereka segera menerima bantuan. Bantuan tersebut langsung diserahkan oleh Plh. Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin, dan Pj. Bupati Tanah Laut, Syamsir Rahman.

“Bantuan yang disalurkan hari ini berasal dari berbagai pihak, termasuk Gubernur, Dinas Sosial Provinsi Kalsel, SKPD terkait, hingga Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi Kemensos yang turut membantu masyarakat di wilayah Kurau,” ujar Plh. Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin, di Posko Utama Kurau.

Muhammad Syarifuddin menjelaskan bahwa setiap KK menerima paket bantuan yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalsel. Bantuan tersebut meliputi:

Beras: 5 kilogram

Mie instan: 1 dus

Kopi: 10 sachet

Teh: 1 kotak

Gula pasir: 1 kilogram

Selain itu, partisipasi dari SKPD berupa minyak goreng (1 liter) dan air mineral (1 dus) turut melengkapi kebutuhan warga. Bantuan lain yang disalurkan oleh Kemensos RI antara lain:

500 makanan siap saji

250 paket lauk pauk siap saji

100 paket perlengkapan keluarga

200 selimut

100 perlengkapan bayi

150 pakaian bayi, anak, dan dewasa

96 paket makanan anak

“Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat, khususnya warga di lima desa yang terdampak banjir,” tambahnya.

Pj. Bupati Tanah Laut, Syamsir Rahman, menjelaskan bahwa banjir di wilayah tersebut merupakan permasalahan yang sudah terjadi selama bertahun-tahun. Salah satu penyebabnya adalah aliran air dari Kabupaten Banjar yang menuju Kecamatan Bati-Bati dan akhirnya menggenangi wilayah Kurau. Minimnya jalur pembuangan air di wilayah ini membuat genangan bertahan lebih lama.

“Bencana banjir kali ini terjadi pada Selasa, 21 Januari 2025, sekitar pukul 02.00 WITA. Kedalaman air mencapai 78 sentimeter, dengan wilayah terdampak paling parah meliputi Kecamatan Bati-Bati (8 desa), Bumi Makmur (9 desa), dan Kurau (6 desa),” ungkap Syamsir Rahman.

Ia juga menyebutkan bahwa 50% wilayah Kecamatan Kurau terendam banjir, dengan total 1.455 rumah terdampak. “Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi warga Kurau, yang setiap tahun harus menghadapi dampak banjir,” imbuhnya.

Melalui bantuan yang diberikan, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten berharap dapat meringankan beban warga sekaligus mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah banjir yang terus berulang di wilayah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *