Ngecat Dinding Sendiri, DIY Terapi yang Diam-Diam Disukai Banyak Orang

Diposting pada

Di tengah tekanan hidup yang kadang bikin napas pendek dan pikiran penuh, mengecat dinding kamar sendiri tiba-tiba jadi pelarian yang terasa… masuk akal. Tanpa disadari, semakin banyak orang mulai mengambil kuas, memilih warna sendiri, dan mulai mengubah ruang mereka dengan tangan sendiri.

Di TikTok dan Threads, tren ini muncul lewat video-video sunyi: seseorang mengecat sudut kamar sambil mutar playlist favorit, atau cuma menampilkan progress dari dinding kusam jadi pastel sage. Banyak yang menyebutnya sebagai “terapi tanpa harus curhat.”

“Aku cat ulang kamar cuma karena capek aja sama rutinitas. Tapi pas dijalanin, kok malah kayak ngobrol sama diri sendiri,” kata Sari (24), mahasiswa asal Banjarbaru. Ia memilih warna biru abu-abu karena katanya “rasanya kayak langit hujan yang tenang.”

Fenomena ini lebih dari sekadar tren estetik. Psikolog dari Pusat Kesehatan Mental Digital Indonesia, dr. Uli Darmayanti, menyebut bahwa aktivitas DIY seperti mengecat dinding punya efek mirip meditasi. “Ada elemen kontrol, fokus, dan kepuasan instan. Ini bisa membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres,” ujarnya.

Beberapa orang bahkan menjadikan momen ngecat dinding sebagai “ritual perpisahan” dari versi lama dirinya. Semacam penanda transisi hidup. Ada yang baru selesai putus, baru resign, atau baru pindah kos. Dinding jadi simbol lembaran baru, dan cat adalah surat cintanya.

Di Banjarmasin, toko-toko cat rumahan mulai menyadari perubahan perilaku pembeli. “Sekarang anak-anak muda datang sendiri, bawa contoh warna dari Pinterest, terus nanya: ‘Kalo saya cat sendiri, gampang nggak ya?’,” ujar Darto, pemilik toko cat kecil di daerah Teluk Dalam.

Tak cuma soal hasil akhir, yang dicari justru prosesnya. Memilih kuas, mengaduk cat, menunggu kering. Semua jadi bagian dari perjalanan kecil yang menenangkan. Dan di tengah dunia yang serba cepat, mengecat dinding jadi cara paling sederhana untuk bilang: “Ini ruangku, ini warnaku.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *