MUARA UYA – Bagi warga Desa Lumbang dan Randu, sepak bola bukan sekadar olahraga. Ia sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bahkan menjadi pemersatu antar generasi. Maka tak heran jika tim kebanggaan mereka, Lumbang Randu FC, selalu tampil penuh semangat di setiap turnamen antar desa.
Tahun ini, semangat itu kembali menyala. Dalam ajang Piala Kemerdekaan Kecamatan Muara Uya 2025, Lumbang Randu FC membawa tekad kuat. Yakni tampil lebih baik dari tahun sebelumnya, bahkan kalau bisa membawa pulang trofi juara.
“Kami datang bukan hanya untuk bertanding. Kami ingin memberikan yang terbaik bagi desa, membawa kebanggaan, dan menjadi contoh bagi generasi muda,” ucap M Fahri, kapten tim yang juga dikenal sebagai sosok panutan di lingkungannya.
Fahri tak sendiri. Ia ditemani sejumlah pilar seperti Fauzan dan Mukhlis, yang menjadi tulang punggung tim. Nama terakhir bahkan menjadi penentu kemenangan di laga perdana saat Lumbang Randu FC mengalahkan Pasar Batu dengan skor tipis 2-1, di lapangan Sepakbola Lembah Meratus Muara Uya, Minggu (3/8) sore tadi. Dua gol dilesakkan Mukhlis, sekaligus membuka jalan positif di fase grup.
Kemenangan itu tak datang tiba-tiba. Sejak beberapa pekan sebelum turnamen dimulai, Lumbang Randu FC sudah menjalani latihan intensif. Sang pelatih, Abi, memfokuskan strategi pada kekompakan dan transisi cepat antar lini. Intensitas latihan ditingkatkan, formasi diuji, dan kerja sama tim terus diasah.
“Latihan kami fokuskan pada kekompakan dan kedisiplinan taktik. Anak-anak menunjukkan progres yang bagus,” ujar Abi.
Abi menilai, komposisi pemain tahun ini cukup menjanjikan. Ia memadukan pemain senior yang kaya pengalaman dengan pemain muda yang enerjik dan penuh semangat.
“Komposisinya seimbang. Kami padukan pemain yang sudah matang dengan talenta muda yang bersemangat. Hasilnya terlihat sore tadi. Secara keseluruhan, saya puas dengan permainan yang ditampilkan anak-anak,” ujar Abi.
Meski kompetitif, Abi menegaskan bahwa turnamen ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan. Beberapa pemain muda sengaja diberi porsi lebih untuk menambah jam terbang dan membentuk mental bertanding.
“Kami ingin membentuk tim yang kuat, tapi juga berkelanjutan. Pemain muda kami beri kesempatan, agar mental dan jam terbang mereka terus berkembang,” imbuhnya.
Tak hanya soal teknik dan strategi, Lumbang Randu FC juga menjaga filosofi mereka, yaitu bermain dengan hati, menjunjung tinggi sportivitas, dan menghargai setiap lawan.
Manajer tim, Hamsi, menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan target berlebihan kepada tim. Baginya, yang terpenting adalah tampil maksimal dan membawa semangat positif dari desa.
“Kami ingin tim ini tetap membawa suasana positif. Kalau bisa berprestasi, itu bonus. Yang terpenting, kami bisa menunjukkan bahwa Lumbang Randu punya semangat, punya karakter, dan cinta olahraga,” ujar pria yang akrab disapa Pa Ibad itu .
Lebih dari sekadar turnamen, Piala Kemerdekaan menjadi ajang yang ditunggu warga. Selain menjadi hiburan rakyat, juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi antar desa. Bagi tim seperti Lumbang Randu FC, kompetisi ini adalah panggung untuk menunjukkan bahwa desa mereka bukan hanya kaya akan keindahan alam berupa Riam Bidadari, tetapi juga potensial di bidang olahraga.(*)





