BANJARMASIN – Dewan Kesenian Banjarmasin (DKBjm) meluncurkan Buku Peta Jalan Kesenian Kota Banjarmasin dalam rangkaian Banjarmasin Art Week (BAW) Balarut 2025, Sabtu (13/9), di Banjarmasin Culture Hub (Ex Rumah Anno).
Buku ini digagas oleh Ilham Noor, penasehat DKBjm sekaligus anggota DPRD Kalsel, yang menilai penerbitan peta jalan tersebut sebagai tonggak penting.
“Memberi makna, memberi arti bagi kesenian di Banjarmasin. Buku ini banyak berkisah soal kesenian di kota kita. Sehingga dengan ini, kita bisa mengetahui apa yang harus dilakukan untuk memajukannya. Inilah sumbangsih Dewan Kesenian untuk Pemerintah Kota dalam mengelola kekayaan daerah,” ujarnya.
Ketua DKBjm Hajriansyah menambahkan, buku ini tidak hanya merekam perjalanan dan potensi seni di Banjarmasin, tetapi juga menyajikan arah pengembangan yang lebih terarah.
Menurutnya, bagian terakhir buku adalah yang terpenting, karena berisi rekomendasi konkret tentang langkah-langkah yang perlu dilakukan pemerintah dalam mendukung ekosistem kesenian di daerah.
“Ini bukan hanya catatan, tetapi arah yang bisa dijadikan acuan oleh Pemko Banjarmasin dalam mengambil kebijakan. Harapannya, rekomendasi yang tertuang dapat benar-benar ditindaklanjuti sehingga kesenian kita tumbuh dengan fondasi yang kuat,” tegas Hajriansyah.
Penyusunan buku ini melibatkan tim yang terdiri dari Wijaya Kusuma, Hijromi Arijadi, dan Munir Sadikin. Sebagai editor, Hajriansyah bersama Sumasno Hadi.
Peluncuran peta jalan ini diharapkan menjadi pijakan bersama antara seniman, masyarakat, dan pemerintah dalam merumuskan strategi memajukan kesenian Banjarmasin agar lebih berkelanjutan.



