Di Bawah Pohon Kecil, Monolog “Tukang Obat” Hidup di Pantai Batakan

Diposting pada

James dari Kabupaten Banjar tampil memukau di malam pertama Tuntung Pandang Art Festival.

Pelaihari – Di bawah cahaya lampu dan desiran angin laut, seorang lelaki berdiri di depan panggung utama Tuntung Pandang Art Festival, tepat di bawah sebuah pohon kecil yang tampak seperti penonton sunyi. Lelaki itu adalah James, seniman asal Kabupaten Banjar, yang malam itu membawakan monolog Tukang Obat karya YS Agus Suseno.

Pertunjukan ini menjadi salah satu momen paling mencuri perhatian di hari pertama festival. Dengan gaya interaktif dan penuh improvisasi, James menghidupkan sosok “tukang obat” yang lihai berbicara, menggoda, sekaligus menyindir kebiasaan manusia modern yang mudah percaya pada segala bentuk janji penyembuhan.

Ia tidak sekadar berdialog dengan naskah, tetapi juga dengan penonton yang duduk di pasir—sebagian tersenyum, sebagian menahan tawa, larut dalam kelincahan bahasanya yang memantul bersama bunyi ombak. Sesekali ia melempar pertanyaan, meminta respons spontan, dan membuat suasana menjadi cair, lucu, namun tetap menyimpan lapisan makna.

Monolog berdurasi sekitar 20 menit itu menjadi bukti bahwa teater masih bisa menemukan ruangnya di tengah festival multi-disiplin seperti ini. Di bawah langit Pantai Batakan, seni tutur kembali menemukan tubuhnya: sederhana, dekat, dan menyentuh.

Usai tampil, James mengaku terkesan dengan semangat para pelaku seni yang terlibat dalam festival tersebut.

“Sebagai penampil, saya memandang Tuntung Pandang Art Festival bukan sekadar ajang pertunjukan antar-seniman, tetapi juga ruang pertemuan gagasan dan silaturahmi lintas bidang — musik, tari, dan teater. Semua datang dengan semangat yang sama: cinta terhadap kesenian,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui festival ini ia berharap masyarakat semakin tergerak untuk melestarikan kesenian di daerahnya.

> “Semoga kegiatan seperti ini terus berkelanjutan dan lebih meriah lagi. TPAF juga berhasil membuat Pantai Batakan menjadi destinasi yang banyak dikunjungi, bukan hanya dari Tanah Laut, tapi juga dari luar daerah,” tutur James.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *