JAKARTA — Kalimantan Selatan kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Gandewo Utomo, siswa SMAN 1 Kintap, Kabupaten Tanah Laut, berhasil meraih Juara 1 kategori monolog pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) 2025. Kompetisi berlangsung di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada 17–22 November 2025 dan ditutup di Hotel Orchidz Jakarta.
Gandewo tampil memukau di hadapan dewan juri yang terdiri dari Iman Soleh, Wawan Sofwan, dan Rita Matu Mona. Penilai menyoroti kekuatan penghayatan, ketajaman karakter, serta penguasaan panggung yang matang.
Dalam kompetisi tersebut, Gandewo membawakan naskah “Wisa” karya Hadani Had, Ketua Dewan Kesenian Tanah Laut, yang juga terlibat dalam proses kreatif.
“Sebagai salah satu pembina, kami bangga dan yakin iklim seni di Tanah Laut terus meningkat. Harapannya pemerintah daerah dapat memberi perhatian lebih,” ujar Hadani.
Monolog tersebut disutradarai oleh Rizky Dermawan, mengangkat kisah Basnari—seorang pelajar yang menjadi korban wisa, racun gaib yang hidup dalam tradisi lisan masyarakat Kalimantan. Menurut Rizky, penggarapan karya ini merupakan proses panjang.
“Persiapannya satu tahun penuh. Gandewo menjalani latihan intens untuk memahami karakter, budaya, dan filosofi naskah Wisa,” ungkapnya.
Pihak sekolah turut menyambut kemenangan ini dengan penuh kebanggaan. Kepala SMAN 1 Kintap, Aries Eko Wibowo, menyebut prestasi tersebut sebagai tonggak sejarah.
“Ini kemenangan besar bagi sekolah, Tanah Laut, dan Kalimantan Selatan. Untuk pertama kalinya monolog Kalsel meraih juara pertama FLS3N tingkat nasional. Capaian ini hasil kerja keras siswa, sekolah, dan seluruh tim pembina,” ucapnya.
Keberhasilan Gandewo sekaligus menjadi momentum baru bagi seni pertunjukan di Kalimantan Selatan—sebuah bukti bahwa karya berbasis budaya lokal mampu berdiri tegak dan bersaing di panggung nasional.[]



