Marasa Bailang Fest 2025 Dorong Cinta Pangan Lokal, TP PKK Awayan Raih Juara Live Cooking

Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan menggelar Event Marasa Bailang Fest 2025 atau Lomba Meramu Cita Rasa Bahari dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Wisata Pasar Budaya Racah Mampulang, Desa Balida, Kecamatan Paringin, Senin, 15 Desember 2025.

Festival ini diisi berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari lomba live cooking kreasi pangan lokal yang diikuti delapan peserta TP PKK kecamatan se-Kabupaten Balangan, museum pangan lokal, pameran pasar budaya dan expo, hingga hiburan musik panting yang menambah semarak acara.

Mewakili Bupati Balangan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah, Rakhmadi Yusni, menyampaikan bahwa Marasa Bailang Fest 2025 bertujuan membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap kekayaan pangan lokal Balangan sebagai modal utama membangun ketahanan dan kedaulatan pangan daerah.

“Marasa Bailang Fest ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga untuk membangkitkan kesadaran kita semua bahwa Balangan memiliki potensi pangan lokal yang sangat kaya untuk membangun ketahanan pangan,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat semakin mencintai pangan lokal dan mewujudkannya melalui tindakan nyata, salah satunya dengan menjadikan bahan pangan lokal sebagai konsumsi utama sehari-hari, termasuk lebih memilih makanan khas Banjar dibandingkan produk dari luar daerah.

Deskripsi Gambar

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kecamatan Awayan yang juga peraih juara pertama lomba live cooking, Anna Yulia Wulandari, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan yang diraih timnya.

“Alhamdulillah, kami dari TP PKK Kecamatan Awayan kembali meraih juara dalam lomba live cooking pada Marasa Bailang Fest ini. Persiapan sudah kami lakukan jauh hari, mulai dari penentuan menu, bahan, hingga ide masakan,” katanya.

Ia menjelaskan menu yang mengantarkan timnya meraih juara pertama terdiri atas gado-gado, sate lilit ikan nila, serta minuman cendol tiwadak bunga tela. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk terus berinovasi mengolah pangan lokal bernilai gizi dan bercita rasa khas daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *