BALANGAN — Mahasiswa Universitas Sapta Mandiri (Univsm) bersiap menjadikan delapan kecamatan di Kabupaten Balangan sebagai “laboratorium alam”. Melalui kolaborasi strategis dengan Badan Pusat Statistik (BPS), mahasiswa lintas program studi dari kampus tersebut akan dilibatkan langsung secara masif dalam agenda Sensus Ekonomi pada Mei hingga Agustus 2026 mendatang.
Pelibatan mahasiswa ini menjadi salah satu poin utama yang disepakati dalam pertemuan antara Rektor Univsm, Abdul Hamid, dengan Kepala BPS Kabupaten Balangan yang baru, Sigit Purnomo, di kampus Univsm, Rabu (29/4/2026).
Bagi Univsm, turunnya mahasiswa ke lapangan adalah metode pembelajaran yang paling efektif. Rektor Abdul Hamid menilai bahwa program ini memberikan keuntungan ganda bagi pengembangan kompetensi anak didiknya.
“Kolaborasi ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan, memahami kondisi ekonomi masyarakat, sekaligus mengasah kemampuan analisis berbasis data. Ini sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini,” ungkap Abdul Hamid.
Integrasi pembelajaran berbasis proyek dengan BPS ini sebenarnya bukan hal yang baru bagi Univsm. Saat ini, tercatat ada 10 mahasiswa yang tengah mengasah kemampuan praktis mereka melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) langsung di kantor BPS Balangan.
Sementara itu, Kepala BPS Balangan, Sigit Purnomo, meyakini bahwa energi dan wawasan akademis yang dibawa oleh para mahasiswa akan sangat berdampak pada kualitas pendataan di lapangan.
“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi. Keterlibatan mahasiswa diharapkan mampu memperkuat kualitas data yang dihasilkan agar lebih akurat dan komprehensif,” terang Sigit.
Untuk membekali para mahasiswa sebelum terjun ke lapangan, BPS dan Univsm juga sepakat untuk mengoptimalkan fasilitas ‘Pojok Statistik’ yang ada di area kampus. Fasilitas ini didesain agar mahasiswa terbiasa berinteraksi dengan instrumen dan literatur pendataan.
“Pojok statistik ini kita dorong penguatannya agar menjadi pusat pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya data. Jadi, mahasiswa punya bekal literasi yang kuat,” pungkas Sigit.
Ke depannya, pengalaman mahasiswa yang diperoleh dari sensus dan PKL ini tidak sekadar menjadi laporan magang, melainkan diharapkan dapat bermuara pada lahirnya kajian strategis dan forum diskusi ilmiah di lingkungan kampus Univsm terkait isu-isu ekonomi kemasyarakatan di Balangan.



