BALANGAN — Tuntutan profesi dan beban kerja yang kian kompleks kerap memicu kelelahan psikologis bagi tenaga pendidik. Merespons tantangan tersebut, tim dosen Universitas Sapta Mandiri (Univsm) menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat di SDN Lano, Selasa (28/4/2026), dengan membawa solusi pemanfaatan teknologi dan dukungan psikologis.
Program yang diinisiasi oleh dosen Program Studi PGSD dan Teknik Sipil ini tidak hanya berfokus pada inovasi pembelajaran, tetapi juga menitikberatkan pada penjagaan kesejahteraan psikologis (well-being) para guru di sekolah tersebut.
Ketua Tim Pengabdian Univsm, Rika Setyawati, memaparkan bahwa teknologi Kecerdasan Buatan (AI) diperkenalkan bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai alat bantu taktis guna menyederhanakan persiapan dan pembuatan media ajar.
“Melalui pemanfaatan teknologi AI dan bahan daur ulang, guru dapat menciptakan media pembelajaran yang lebih menarik, efektif, dan efisien. Ini juga membantu menjaga kesejahteraan psikologis guru agar tetap optimal dalam mengajar,” tegas Rika.
Puncak dari pendekatan psikologis ini diwujudkan melalui sesi khusus psikoedukasi well-being guru yang dipandu oleh narasumber Dewi Fortuna Septiantika. Sesi ini dirancang untuk memberikan ruang bagi guru dalam mengelola stres dan menjaga kualitas kesehatan mental mereka di lingkungan sekolah.
Selain aspek psikologis dan teknologi, kegiatan ini juga diperkaya dengan pelatihan daur ulang oleh Rif’atul Ajizah, serta edukasi kebersihan dan pengelolaan limbah oleh Muhammad Rasid Rida dan Rivaldi Wiratama.
Ke depannya, Univsm berharap pendekatan holistik ini mampu menciptakan ekosistem sekolah yang harmonis, di mana kreativitas dan kesehatan mental guru terjaga, sehingga berdampak langsung pada kenyamanan belajar siswa.



