BALANGAN – Universitas Sapta Mandiri (Univsm) terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang modern dan berkelanjutan. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, tim dosen dari Program Studi PGSD dan Teknik Sipil menyambangi SDN Lano untuk memperkenalkan pendekatan baru dalam dunia pendidikan, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan ini mengusung misi besar yaitu mentransformasi proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan sekaligus meningkatkan kesadaran ekologis di kalangan guru dan siswa. Menariknya, Univsm tidak hanya bicara soal teori, tetapi membawa solusi praktis melalui pemanfaatan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dan optimalisasi bahan daur ulang sebagai media ajar kreatif.
Ketua Tim Pengabdian, Rika Setyawati, mengungkapkan bahwa penggunaan AI dan kreativitas daur ulang merupakan strategi untuk menjawab tantangan beban kerja guru yang kian kompleks.
“Melalui pemanfaatan teknologi AI dan bahan daur ulang, guru dapat menciptakan media pembelajaran yang lebih menarik, efektif, dan efisien. Ini juga membantu menjaga kesejahteraan psikologis (well-being) guru agar tetap optimal dalam mengajar,” jelas Rika.
Dalam kegiatan yang juga melibatkan mahasiswa Univsm ini, SDN Lano diproyeksikan menjadi model percontohan sekolah inovatif. Seluruh elemen sekolah, mulai dari tenaga pendidik hingga siswa, didorong untuk menjadi agen perubahan yang mampu mengubah limbah di sekitar mereka menjadi media belajar yang fungsional.
Sejumlah pakar di bidangnya turut hadir sebagai narasumber untuk memberikan pemaparan komprehensif. Selain Rika Setyawati yang membedah peran AI, hadir pula Rif’atul Ajizah yang mempraktikkan pengolahan daur ulang menjadi media kreatif. Dari sisi lingkungan, Muhammad Rasid Rida memberikan edukasi pengelolaan sampah ramah lingkungan, disusul Rivaldi Wiratama yang menekankan pentingnya kebersihan lingkungan sekolah.
Tak hanya soal fisik dan teknologi, aspek psikis pendidik juga menjadi perhatian serius melalui sesi psikoedukasi well-being guru yang disampaikan oleh Dewi Fortuna Septiantika.
Melalui kolaborasi lintas disiplin ini, Univsm berharap dapat membentuk ekosistem sekolah yang harmonis. Sebuah lingkungan di mana kreativitas guru meningkat, kenyamanan belajar siswa terjamin, dan kepedulian terhadap kelestarian bumi tertanam sejak dini.



