JAKARTA – Anjungan Kalimantan Selatan (Kalsel) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kini tampil semakin representatif dengan fasilitas ramah pengunjung, mulai dari lift khusus penyandang disabilitas, toilet inklusif, hingga ruang laktasi.
Selain itu, pengelola juga menerapkan teknologi biopori sedalam dua meter untuk mengolah sampah organik menjadi kompos sekaligus meningkatkan daya serap air guna mencegah genangan.
Upaya tersebut berbuah penghargaan Anjungan Terbaik 1 se-Indonesia dalam ajang Pradana Nitya Budaya TMII Award 2025 yang digelar pada peringatan HUT ke-50 TMII, April lalu.
Komisi I DPRD Kalsel menyampaikan apresiasi saat kunjungan kerja ke Anjungan Kalsel, Selasa (9/9). Ketua Komisi I, Rais Ruhayat, menyebut capaian itu menjadi kebanggaan masyarakat Banua.
“Kami bangga, Anjungan Kalsel mampu meraih juara pertama. Kini anjungan juga semakin ramah disabilitas dengan adanya lift dan toilet khusus,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rais juga meninjau pembangunan miniatur pasar terapung yang tengah dikerjakan. Menurutnya, ikon khas Banua itu diyakini dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus media promosi budaya Kalsel di tingkat nasional.
“Anjungan ini bukan hanya simbol, tetapi wajah Kalimantan Selatan. Karena itu, kami akan terus memberi perhatian agar pengelolaannya berjalan baik dan menjadi kebanggaan bersama,” tegasnya.
Sementara itu, staf penelaah kebijakan Anjungan Kalsel, Rahimi, menyampaikan terima kasih atas dukungan DPRD. “Prestasi juara 1 yang diraih menjadi motivasi agar Anjungan Kalsel semakin dikenal dan dicintai masyarakat,” ucapnya.[]



